by

Prof Idrus Paturusi Dilaporkan Positif Corona

MAKASSAR, AIRTERKINI.COM – Wabah virus corona tidak pandang bulu. Ia dapat menjangkit siapapun. Petugas kesehatan atau paramedis sekalipun. 

Seperti dialami Prof Idrus Paturusi, SpBO. Ia dilaporkan positif terjangkit virus corona alias Covid-19 (Corona Virus Desease 2019). Menariknya, kabar tentang ini diumumkan langsung Prof Paturusi sendiri lewat putranya, Sultan Hasanuddin, di akun Instagram@sultanhasanuddi, Rabu (25/3). 

Menurut Rektor Universitas Hasanuddin, Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu MA, kabar yang menyebut Prof Idrus Paturusi SpBO positif corona sangat mengagetkan sivitas akademika Unhas. 

Dwia menilai sikap keluarga mantan Rektor Unhas yang terbuka ke publik terkait statusnya yang positif terjangkit Covid-19 menunjukkan semangat yang luar biasa dari Prof Idrus dan keluarganya. 

Apalagi Prof Idrus selama ini dikenal aktif dalam merespon setiap peristiwa kemanusiaan, termasuk membantu menangani wabah Covid-19.

Sikap Prof Idrus yang secara terbuka mengumumkan bahwa dirinya positif virus Covid-19 juga, menurut Prof Dwia, tentunya dilandasi oleh kesadaran Prof Paturusi bagaimana seharusnya wabah ini diatasi. “Itu karena sensitifitas beliau yang tanggap bencana. Kita sangat hargai sekali,” tulis Dwia melalui rilis yang disebar Kasubdit Humas dan Informasi Publik Direktorat Komunikasi Unhas Ishaq Rahman melalui grup WhatsApp Info Unhas, Rabu malam (25/3).

Dengan mengumumkan ke publik, kata Dwia, Prof Idrus bermaksud agar orang-orang yang pernah berinteraksi dengan dirinya dalam beberapa hari terakhir ini segera mawas diri, melakukan isolasi mandiri, atau memeriksakan diri jika mengalami gejala klinis.

Peristiwa ini merupakan peringatan bagi siapa saja bahwa setiap orang berpotensi untuk terpapar virus Covid-19. Keterbukaan seperti yang ditunjukkan Prof Idrus adalah langkah pencegahan aktif. Ini akan memicu kesadaran bersama untuk selalu berhati-hati.

Dwia mengajak semua pihak bersama-sama mendoakan kesehatan dan kesembuhan Prof Idrus dan para pasien yang saat ini dirawat karena terjangkit Covid-19. “Semoga apa yang telah Prof Idrus lakukan selama ini, dedikasi, dan pengabdiannya, akan menjadi amalan untuk kesembuhan beliau. Amin,” tambah Prof Dwia.

Prof Idrus selama ini sangat aktif menggalang dan mengajak berbagai pihak untuk berkolaborasi dalam gerakan mengatasi pandemi Covid-19. Termasuk dengan Kodam XIV Hasanuddin, Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan, tokoh-tokoh masyarakat, dan pihak swasta.

“Kemarin beliau masih kontak saya, menyampaikan bahwa beliau saja mengecek kesiapan Laboratorium BSL-3 Rumah Sakit Unhas yang dipersiapkan untuk mendeteksi virus. Beliau menyampaikan apa-apa saja yang masih kurang di lab tersebut,” kata adik ipar mantan Wapres HM Jusuf Kalla ini.

Semangat yang ditunjukkan Prof Idrus yang juga ahli bedah tulang ini dalam masalah kemanusiaan bukan kali ini saja. Ketika bencana tsunami menerjang Aceh pada tahun 2004, Prof Idrus adalah relawan pertama yang datang ke lokasi yang porak poranda. Begitu juga setiap peristiwa kemanusiaan lainnya, dia selalu hadir. (*/red)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini