by

Selamat Jalan Ir Frederik Batong

Seorang tokoh nasional dan putera terbaik asal Toraja, Sulawesi Selatan, Ir Frederik Batong dipanggil pulang ke pangkuan Sang Khalik-nya di surga. Dia menghembuskan napasnya yang terakhir di RS Mitra Kelapa Gading, Senin (30/3).

Dia pernah menjadi anggota MPR RI Utusan Daerah Sulawesi Selatan tahun 1999-2004. Almarhum juga pernah menjadi Dirut Inkud menjelang Orde Baru tumbang dan setelah sebelumnya sukses memimpin dan mengantarkan Puskud Hasanuddin, Ujungpandang (kini Makassar) sebagai Puskud terbaik nasional tahun 1990-an.

Meski meninggal di saat sedang ganas-ganasnya virus Corona (Covid-19) yang melanda dunia termasuk Indonesia. Namun, kepergiannya bukan karena virus pembawa maut tersebut, karena almarhum telah lama menderita komplikasi penyakit sejak 2019 lalu hingga harus dirawat hingga pergi selamanya di RS Mitra Kelapa Gading.

Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi warga Toraja yang tersebar di penjuru Nusantara, bahkan dunia. Hingga akhir hidupnya dia masih menjabat untuk  sebagai Ketua Umum Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI), sebuah organisasi sosial bagi masyarakat Toraja perantauan di seluruh Indonesia.

Frederik Batong juga pernah menjadi Ketua Ikatan Keluarga Toraja (Ikat) se-Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) yang menghimpun masyarakat Toraja di wilayah tersebut. Dia merangkul semua warga Toraja dari semua unsur, Kristen dan Katolik maupun Islam dalam organisasi Ikat hingga PMTI yang sebelumnya dipimpin Prof Ir Jonathan L Para’pak, Rektor UPH.

Almarhum pernah sukses menghimpun usahawan muda di Kota Makassar dengan Taksi Lima Muda, bahkan di Jakarta dia juga pernah mempunyai ratusan armada Taksi dengan bendera Perisai Taksi. Karena itu, Frederik selain digelari sebagai pendekar koperasi, dia juga dijuluki si Raja Taksi ketika itu.

Selain anggota MPR RI, Frederik Batong juga pernah menjabat sebagai Ketua Kopartemen Pertanian Kamar Dagang Indonesia (KADIN) 1988-1993, Ketua bidang mutu dan Produksi Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) tahun 1997-2001. Dia juga pernah menjabat sebagai wakil ketua pemuda Pancasila. 

Peduli dan Berjiwa Sosial 

Sukses dalam karier dan bisnisnya, tak membuatnya Frederik Batong tinggi hati atau pun individualistis. Dia adalah salah seorang tokoh Toraja yang dikenal luas sangat sosial, murah hati dan kepeduliannya sangat tinggi bagi sesama.

Wisma Buntu Ria miliknya dengan dilengkapi bangunan lumbung khas Toraja di Megamendung, Bogor sering disiapkan untuk warga dari Toraja termasuk rombongan para guru yang sedang Studi Tour di Pulau Jawa. Bukan hanya menginap, dia juga menyiapkan akomodasi dan makanan bagi tamunya dari kampung.

Namun, bukan hanya orang Toraja. Berbagai organisasi sosial termasuk dari kalangan gereja juga sering menggunakan wisma tempat tinggal mengendalikan bisnisnya yang cukup luas dan bisa menampung 60-an orang menginap ‘itu untuk kegiatan kerohanian seperti retret dan semacamnya.

Tapi, itu hanya skala kecil. Untuk skala besar, Fred Batong dikenal sebagai pribadi yang ringan tangan membantu banyak orang yang tertimpa bencana atau masalah seperti di Papua, Kalimantan, dan Gempa Palu, bahkan bencana tsunami Aceh.  

Bukan hanya merogoh koceknya dan mengajak yang lain membantu, Frederik Batong sering sekali turun langsung ke lapangan termasuk ke Papua, Palu, dan Kalimantan mempimpin bala bantuan, tidak hanya untuk orang Toraja.  Dan untuk urusan membangun Toraja (Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara), Fred Batong adalah sosok yang sangat konsern memberikan kontribusi, baik dana maupun pemikiran.

Dan kalau ada keluarga Toraja atau dari kerukunan keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) yang kedukaan di Jabodetabek, selalu menyempatkan diri hadir menghibur keluarga yang ditinggal. Kini warga Toraja benar-benar kehilangan seorang tokoh nasional, sosok yang peduli dan dermawan.

Meski meraih sukses, Frederik hingga akhir hayatnya lebih memilih sebagai jomlo. Karena itu, almarhum lebih sering disapa Kak Fred atau Kak Pedi. Itulah yang saya kenal dari sosok putra terbaik asal Toraja ini.

Selamat jalan Kak Frederik Batong atau Kak Fred, Kak Pedi. Pergilah dalam damai ke surga bersama Sang Khalik.

(Marselius Rombe Baan, wartawan senior tinggal di Depok, Jawa Barat)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini