by

Rakor Pemda Tator dan Torut Soal Wabah Covid-19

TANA TORAJA, AIRTERKINI.COM- Pemda Tana Toraja dan Toraja Utara menggelar Rapat Koordinasi dalam rangka penanganan wabah Covid-19. Rakor berlangsung di Kantor DPRD Tator, Sabtu (4/4), dengan tetap mengikuti protokol pencegahan penyebaran Virus Corona,  yakni menjaga jarak dan membatasi peserta rapat. 

Rapat dihadiri Perwakilan Pemda Tator, masing-masing,  Wabup Victor Datuan Batara, Ketua DPRD Tator Welem Sambolangi’, Wakil Ketua I DPRD Tator Evivana Rombe Datu, Wakil Ketua II Yohanis Lintin P, Ketua Komisi III Niko Mangera, Kadis Kominfo Berthy Mangontan, dan Kadis Kesehatan Mariana Belo

Sementara dari Pemda Torut, masing-masing, Wakil Ketua DPRD Torut Calvin Para’pak T, Asisten I Samuel Sampe Rompon, Kadis Kesehatan Toraja Utara Elisabeth Zakaria. 

Rapat tersebut merekomendasikan 7 poin yang akan dilaksanakan kedua kabupaten dalam rangka memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19 di Toraja. 

1. Diminta kepada Pemda Kedua Kabupaten agar intens berkomunikasi dan koordinasi dalam rangka pencegahan Penularan Virus Corona dalam Wilayah kedua Kabupaten. 

2. Dinas Infokom dan Dinas Kesehatan kedua kabupaten agar melakukan tukar-menukar data dan informasi soal masyarakat yang keluar masuk Daerah. 

3. Pemda dua kabupaten memaksimalkan instruksi Kapolri untuk menghindari kerumunan dengan menunda kegiatan rambu solo’, rambu tuka’, silaga tedong, tidak melakukan judi sabung ayam, menata dan mengatur penjual pasar tradisional dengan tetap dibuka tapi diprioritaskan hanya menjual bahan kebutuhan pokok saja. 

4. Dua kabupaten kerjasama dalam meningkatkan kewaspadaan pengawasan di enam batas wilayah pintu masuk yakni Salubarani, Kaleakan, Batas Kurra-Awan, Batas Rantelemo-Tadonkon, batas Madandan-Langda, dan Batas Tumbangdatu-Tallung Penanian. 

5. Kedua kabupaten segera melakukan langkah persiapan Jaring Pengaman Sosial (JPS) terhadap masyarakat yang terdampak (Buruh Harian, Sopir Angkot, Tukang Ojek, Pedagang Kaki Lima) dengan memberikan bantuan Sembako ( Di Luar masyarakat Penerima PKH dan Rastra). 

6. Meminta kepada Pemda dan semua stakeholder dan pers agar pro aktif mengedukasi dan sosialisasi tentang status ODP, PDP, atau Supeck sehingga tetap diterima dalam lingkungan masyarakat dan tidak dianggap sebagai aib yang harus ditutupi demi kebaikan bersama dalam memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19. 

7. Kedua Pemda segera mengambil langkah mempersiapkan lokasi Karantina dan lokasi pemakaman jika kemungkinan terburuk ada pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia (*/albert) 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini