by

Ketua KPK Ingatkan Penggunaan Anggaran Negara COVID-19 Secara Benar

JAKARTA, AIRTERKINI.COM – Pemerintah Daerah di seluruh Indonesia tampaknya harus berhati-hati dalam penggunaan anggaran negara untuk membiayai penanganan wabah virus Corona atau COVID-19. Bupati/Walikota dan perangkat daerah lainnya diminta untuk mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku terkait pengelolaan anggaran COVID-19. 

Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan hal ini, saat mengikuti Rapat Penanganan COVID-19 dengan Menteri Dalam Negeri, Ketua BPK, Kepala BPKP, Kepala LKPP, melalui Video Conference yang diikuti Bupati dan Walikota Seluruh Indonesia, di Jakarta, Rabu, 8 April 2020, jam 08.00 -10.00 WIB

Dalam rapat terbatas itu, Ketua KPK Firli Bahuri memberikan peringatan tegas terhadap Bupati dan Walikota untuk hati-hati menggunakan Anggaran negara di tengah bencana COVID-19.

Menurutnya, keselamatan masyarakat merupakan hukum tertinggi. Sehingga, penggunaan anggaran yang tidak KKN harus dilakukan. “Hal tersebut merupakan prinsip dasar pelaksanaan tugas yang didasari dari tujuan negara pada alinea ke 4 Pembukaan UUD RI tahun 1945, yakni melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia,” ujar Ketua KPK Firli Bahuri.

Komitmen KPK saat ini lebih mengutamakan agenda pencegahan dengan tidak mengenyampingkan penindakan. Hal tersebut telah dijelaskan dalam Surat Edaran No. 8 Tahun 2020, terutama terkait rambu-rambu agar tidak terjadi korupsi.

Kepada seluruh Kepala Daerah dan perangkatnya, Firli kembali menegaskan untuk tidak melakukan persekongkolan atau kolusi, tidak memperoleh kickback (pembayaran kembali) berupa suap atau gratifikasi dari perusahaan penyedia, tidak ada benturan kepentingan dalam pengadaan, tidak mengandung unsur kecurangan dan/atau maladministrasi, dan tidak berniat jahat dengan memanfaatkan kondisi darurat yang merugikan negara serta tidak membiarkan terjadinya tindak pidana korupsi.

Meski demikian, KPK tetap  berharap pimpinan daerah atau kepala daerah tidak memiliki ketakutan yang berlebihan, sehingga menyebabkan tidak berani mengambil tindakan dalam penanganan COVID-19,” ucap Firli memberi motivasi. (*/sep)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini