by

Proyek Tak Dibayar, Kepala Lembang Curhat Sambil Teteskan Air Mata.

TANA TORAJA, AIRTERKINI.COM – Di Toraja khususnya Kabupaten Tana Toraja, banyak pekerjaan proyek yang disubkontrakkan ke pihak ketiga. Umumnya proyek ini bernilai besar dengan nominal miliaran rupiah. Pemenang tendernya pun sudah pasti perusahaan besar. 

Hanya saja, sering timbul masalah, selain dalam soal kualitas pekerjaan di lapangan, juga masalah pembayaran antara  perusahaan pemegang kontrak dengan subkontraktor yang mengerjakan proyek tenderan itu.

Modusnya misalnya, pembayaran pekerjaan subkon itu kurang, dan karena itu tidak tuntas, dibanding dengan volume pekerjaan di lapangan. Apesnya lagi, jika kontraktor itu kabur atau tidak punya itikad baik untuk membayar pekerjaan. Atau dibayar tapi tidak tuntas dengan berbagai alasan pembenaran.

Seperti dialami Kepala Lembang (Kalem) Tiroan, Kecamatan Bittuang, Medy Sura’. Kades atau Kalem ini curhat sambil meneteskan air mata. Pasalnya, proyek yang disubkon tahun 2018 bersama teman-temannya tidak kunjung dibayar.

“Semenjak proyek selesai kami kerjakan, saya banyak utang. Hampir setiap Minggu saya didatangi penagih utang,” keluh Medy saat ditemui Airterkini.com di kediamannya, Kamis, 9 April 2020.

Menurut Medy, nilai subkon proyek yang dikerja bersama temannya itu Rp 600 juta namun belum dibayar lunas. “Pekerjaan sudah selesai kami kerjakan sejak 2018 tapi sampai sekarang belum lunas. Uang yang baru kami terima Rp 180 juta,” ungkap Medy.

Tetesan air mata Medy mulai muncul saat dirinya mengaku bangkrut. “Untuk beli solar saja saya tidak mampu. Ini membuat saya sekarang perih, sakit dan tidak punya apa-apa,” tuturnya sedih.

Medy semakin meneteskan air mata ketika menyinggung kematian orang tuanya beberapa waktu silam. “Orang tua saya saja meninggal saya tidak meneteskan air mata, saat ini saya benar-benar tidak tahan lagi dengan air mataku. Saya benar-benar malu, hampir tiap hari telpon saya dapatkan dari penagih utang,” ucap Medy.

Lewat media ini, Kalem yang juga berdarah Pangala’ Rindingallo ini, berharap, sisa pekerjaannya itu dilunasi oleh mitra kerjanya, AP. (gis/sep)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini