by

Kontraktor Ingkar Janji, Pekerja Proyek Terancam Dipecat

TANA TORAJA, AIRTERKINI.COM – Masih ingat berita sebelumnya tentang Kepala Lembang  Tiroan, Medy, yang meneteskan air mata lantaran mitra kerjanya, kontraktor berinisial AP, tak membayar sisa utangnya. 

Kini persoalan tersebut merambah ke pekerja proyek penataan dan pembangunan akses pariwisata kawasan Sarambu Assing Balla Bittuang.

Pekerja proyek yang dikoordinir Kasim(45), mengaku dalam waktu dekat ini terancam dipecat dari perusahaannya lantaran pelunasan sisa utang proyek dari kontraktor AP belum direalisasi.

“Saya dijanjikan pembayaran hari Kamis yang baru-baru (16/4), namun sampai sekarang belum dibayar. Kalau proyek ini tidak dibayarkan, saya akan dipecat,” kata Kasim kepada Airterkini.com, Jumat, 17 April 2020.

Menurut Kasim, proyek ini sudah dikerjakan sejak 2018 dan sudah rampung sesuai kontrak. “Waktu itu AP sendiri ngomong sama saya, pekerjaan sudah bisa ditinggalkan karena sudah selesai,” ungkap Kasim.

Proyek tersebut bernilai sekitar Rp 2,6  Milliar namun disubkon hanya Rp 600 juta. Ironisnya, hingga saat ini nilai yang disubkan 600 juta belum dibayar seluruhnya. “Sisa utang dari nilai subkon yang belum dibayar Rp 110 juta. Saya sudah dijanji-janji terus, mulai dari tahun 2019 sampai sekarang,” ujar Kasim.

Kasim menceritakan saat pengerjaan proyek berjalan selalu mendapat masalah di lapangan. “Saat itu kami tiga kali rugi akibat konsultan proyek salah mengarahkan. Sekitar 3 km kami kerja sia-sia,” tutur Kasim.

Meski ulah konsultan proyek tersebut membuat perusahaan Kasim merugi, pihaknya tidak menghitung lagi kerugian tersebut. Bahkan ia kembali mengerjakan itu sesuai petunjuk teknis di lapangan. “Kalau dihitung kerugian kami sekitar 150 juta akibat kesalahan dari konsultan kontraktor tersebut,” beber Kasim.

Saat dikonfirmasi, kontraktor AP yang tak lain adalah menantu Bupati Tana Toraja, tak mengangkat handphonenya. Ia tidak menggubris saat dihubungi. AP tampaknya terus menghindar dan enggan ditemui. “Masa ini tidak bisa diselesaikan. Apalagi saya lihat perbandingan antara nilai kontrak dan subkon terlalu jauh. Dananya kemana kok miliaran begitu tidak diselesaikan,” ketus Thonny Panggua SH

Ini, menurut Pemerhati Masalah Kontrak PBJ (Pengadaan Barang dan Jasa) tersebut, menjadi pertanyaan besar ada apa. Hanya dengan pekerjaan pembukaan jalan dengan menggunakan alat berat, bukan teknis. “Apa tidak untung besar itu,” tandas Thonny, ketika ditemui di Makale, Jumat sore (17/4). Dia berharap, masalah tersebut secepatnya dituntaskan agar tidak berlarut-larut. (gis)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini