by

Camat Saluputti dan Plt Kadis DPML Tator Diduga Halangi Pencairan DL dan ADL Salu Boronan

TANA TORAJA, AIRTERKINI.COM – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta camat di seluruh Indonesia tidak mempersulit Rekomendasi rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa atau APBDes yang sudah disusun setiap kepala desa. Tujuannya agar rancangan APBDes bisa segera disetujui dan Dana Desa segera cair untuk menggenjot perekonomian serta program kegiatan  desa di tengah wabah corona. 

Namun berbeda yang dilakukan Camat Saluputti, Arnold Sirenden, sebagaimana diberitakan sebelumnya, hingga mengakibatkan proses pencairan Dana Lembang (red, Dana Desa) dan Alokasi Dana Lembang (ADL) Salu Boronan berjalan molor. Modus yang diduga dilakukan adalah dengan mengintervensi pengangkatan Aparatur Lembang tersebut pasca Pemilihan Kepala Lembang (Pilkalem) yang baru lalu.

Dengan intervensi itu, sang camat pun belum mengeluarkan rekomendasi pencairan DL dan ADL. Alasannya masih berkutat pada soal pergantian dan pengangkatan aparat lembang yang baru. Camat Arnold Sirenden ingin aparat lembang yang sudah ada tidak diganti, terutama putra kepala Lembang sebelumnya yang sejauh ini menjabat Sekretaris Lembang. Lantaran berlarut-larutnya masalah ini, pencairan DL dan ADL Salu Boronan pun menemui kendala.

Ironisnya, sikap dan tindakan inkonstitusional Camat Saluputti ini diamini PLT Kepala (Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Lembang) Marida Bungin. Lebih jauh lagi, menurut Kalem Salu Boronan Yartinus Waruwu, Marisa mempersilahkan dirinya menemui Bupati Nico Biringkanae. Bahkan, entah guyon atau sinis, PLT Kadis DPML Tator ini, via WhatsApp, mengomentari gambar berita sebelumnya dengan mengatakan ‘yg baju biru angkat jo jd staf Airterkini’. Baju biru dimaksud adalah Kalem Salu Boronan.

Namun tawaran bertemu bupati ditampik Yartinus dengan alasan tidak prosedural karena tidak diatur dalam ketentuan perundang-undangan yang ada. “Permintaannya saya tolak karena memang tidak ada ketentuannya yang mengatur begitu. Urusannya kan hanya ke camat dan berkoordinasi dengan Dinas DPML apakah itu tidak cukup. Lagi pula mereka kan perpanjangan tangan bupati sebagai pembantu bupati kenapa saya diarahkan ketemu bupati,” tegas Kalem yang berlatarbelakang guru ini. 

Menyoal alasan dan sikap Arnold Sirenden selaku camat terkait pengangkatan Aparatur Lembang Salu Boronan yang baru, Yartinus mengatakan, pihaknya tetap pada keputusan yang sudah diambil. Pertimbangannya dalam menentukan personil, kata dia, tetap pada aturan yang ada serta kebutuhan dan kondisi setempat. “Aturan kan jelas. Kemudian pertimbangannya misalnya tidak koperatif. Belum apa-apa menghilangkan atau menghapus data di laptop untuk mensabotase administrasi pemerintahan lembang. Ada juga yang ternyata selama ini domisili di lembang lain bukan di sini. Ini tidak efektif. Dan jangan lupa apa yang saya lakukan tetap mengakomodir keinginan masyarakat. Saya kira saya sudah sangat bijak,” jelas Yartinus, di kediamannya, di Salu Boronan, baru-baru ini. 

Langkah yang ditempuh pun, menurut Tongguru ini, sebenarnya bukan pemberhentian aparat tapi pembebastugasan. “Artinya orang itu bisa saja diganti kemudian dimutasi ke tugas lain atau tempat lain di lingkungan pemerintahan lembang. Jadi pemahamannya jangan kaku,” terangnya lagi. Menanggapi kemelut yang terjadi antara Camat Saluputti dan Kalem Salu Boronan ini, Thonny Panggua SH dari Toraja Transparansi, menilai hal itu tidak semestinya terjadi. 

“Sederhana saja persoalannya. Camat laksanakan tugasnya dengan baik dengan tupoksi yang ada. Jangan politis dan berlebihan. Itu saja. Begitu juga kepala lembang, laksanakan tugasnya sesuai aturan tapi juga mendengar harapan masyarakat. Camat mungkin harus loyal terhadap atasan tapi dia juga harus sadar kalau dia ASN ada rambu-rambu yang setiap saat memberi warning. Juga Kalem ada rambu-rambu aturan yang tidak boleh dilanggar,” urai Thonny ketika dimintai tanggapannya, Senin, hari ini, 20 April, 2020. (sep)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini