by

Mahasiswi Unhalu Kendari Ini Dikarantina Disamping Patane di Toraja

TANA TORAJA, AIRTERKINI.COM – Bisa dibayangkan jika seorang perempuan yang tak biasa hidup sendirian di samping kuburan ‘Patane’, tiba-tiba ditempatkan di tempat itu, tentu menakutkan. Ini dialami Norma Paiman (20), seorang mahasiswi Fakultas Ilmu Politik, Universitas Halu Oleo (Unhalu), di Kendari. Dia dikarantina 19 hari di samping Patane, Lembang Limbong, Kecamatan Rembon.

Akibatnya, Norma susah tidur malam. “Kalau malam saya susah tidur, muncul rasa takut dan was-was. Pagi baru bisa tidur, itupun sesaat,” kata Norma saat Airterkini mendatangi tempat karantina Norma, Selasa, 28 April 2020. Norma dikarantina di posko anak muda di Dusun Dea, Lembang Limbong. Posko tersebut berukuran 4×5 meter, berdinding plastik, kayu papan, dan pintu atap seng seadanya tanpa kunci.

Ironisnya, tempat Norma dikarantina dengan kuburan Patane berjarak 8 meter. Tepatnya, berada di seberang jalan. Tempat tersebut sangat tidak layak mengingat Norman seorang gadis, rentan kejahatan. Selain itu, tak satupun bantuan berupa sembako diberikan pemerintah daerah maupun lembang setempat. Makan pun hanya diantarkan pihak keluarganya.

Wakil Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) FIP Unhalu ini mengaku, dikucilkan warga setempat, teman Facebooker, dan rekan kuliahnya sendiri. Mereka beranggapan Norma sudah dinyatakan terinfeksi virus Corona. Padahal, menurut Norma, ia masih dalam isolasi mandiri dengan suhu badan masih normal. “Kata dokter suhu badan saya masih normal-normal saja. Pemeriksaan terakhir suhu badan saya 36,9 derajat Celcius,” tuturnya. 

Penuturan Norma Ini dibenarkan dr. Yosep yang menanganinya selama dikarantina. “Pemeriksaan terakhir suhu badannya normal saja, pemeriksaan terakhir 36,9  derajat Celcius,” ujar dr. Yosep di lokasi Norma dikarantina. Kalem Limbong yang dihubungi, mengaku, pihaknya belum memberikan bantuan berupa sembako kepada Norma.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini