by

Bupati Toraja Utara Kala’tiku Paembonan Kunjungi Lokasi Perkebunan Durian Di Dua Tempat

TORAJA UTARA, AIRTERKINI.COM – Dalam beberapa hari terakhir ini, di sela-sela kesibukannya menjalankan pemerintahan, Bupati Toraja Utara Kala’tiku Paembonan menyempatkan diri mengunjungi lokasi perkebunan di dua tempat, yakni di Lembang Basokan Kecamatan Nanggala dan Lembang Bonoran Kecamatan Kesu’. Kedua lokasi tersebut dikunjungi Bupati Torut dengan waktu yang berbeda. Dalam kunjungannya, Kala’tiku disertai Ketua Yayasan Peduli Tondok Toraya, Drs Rony Rumengan, dan Pemimpin Redaksi Airterkini.com, Tommy Tiranda.

Pertama, Senin, 27 April 2020, Bupati Kala’tiku mengunjungi perkebunan durian milik Yohanis Tiangka’, seorang mantan karyawan beberapa perusahaan tambang PMA (Penanaman Modal Asing). Yohanis yang akrab disapa John ini, memang telah malang melintang bekerja di perusahaan asing bahkan hingga ke mancanegara. Tak heran, bertemu John, ia selalu tak luput berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Semangatnya untuk berusaha mengembangkan tanaman durian tidak pudar. “Saya bertahun-tahun bekerja di luar Toraja sampai akhirnya kembali ke kampung berusaha seperti sekarang ini. Saya memang ingin mengembangkan usaha sendiri untuk mendatangkan income atau pendapatan bagi saya dan keluarga, masyarakat sekitar serta daerah kita ini,” ujar John di pondoknya, di kebun yang dikelola.

Menurut John, awal mulanya menggarap dan mengembangkan kebun duriannya, ia mendatangkan tenaga ahli dari Institut Pertanian Bogor (IPB) guna melakukan riset. Dari petunjuk hasil riset tersebut, ia pun mulai menekuni usaha tersebut hingga membuahkan hasil. Jenis durian yang dikembangkan disebut Durian Musang Queen, atau kalau di Kualalumpur, Malaysia, disebut Durian Musang King. Juga identik dengan Durian Otong, ukurannya lebih besar dibanding durian biasa. Maka itu, harganya pun mencapai Rp50 ribu per buah. “Pembelinya ada dari luar Toraja. Biasa juga orang pesan melalui online dan diantar ojek,” tutur John di hadapan Kala’tiku dan Rony Rumengan, disaksikan Pemred Airterkini Tommy Tiranda. 

Sejak awal, Bupati Kala’tiku Paembonan sendiri mengaku tertarik dengan usaha kebun durian ala John. “Saya waktu pertama-tama datang yang lalu, kaget dan terperangah setelah mendengar penjelasan dari dia, apalagi disebut sampai mendatangkan peneliti dari IPB, Saya bilang wah ini akademis banget. Akhirnya setelah itu beberapa kali saya datang lagi. Untuk itu kita, pemda maksudnya, akan membantu. Kita akan programkan dan buat green house di sini. Itu dalam tahun ini juga. Jadi nanti ada bibit-bibit durian yang bisa dibagi ke masyarakat untuk dikembangkan. Ini kan daerah pariwisata, jadi pemerintah berusaha membuat objek wisata baru melalui pengembangan kebun durian seperti agro wisata. Saya kira begitu,” jelas mantan Sesditjen Pemberdayaan Masyarakat Desa ini. 

John mengapresiasi rencana Pemda Torut membuat green house yang dinilainya positif dan bermanfaat, tidak hanya untuk dirinya tapi juga warga masyarakat sekitar. “Tentunya kami berterima kasih atas kedatangan Pak Bupati bersama Bapak-Bapak yang mungkin baru pertama kali datang di sini. Juga terima kasih sekiranya nantinya ada bantuan buat kami seperti dengan rencana membuat green house,” respon John didampingi istri dan anaknya. 

Kunjungan Bupati Kala’tiku selanjutnya ke lokasi kebun buah milik Milka Brawn di Lembang Bonoran, Kesu’, Rabu, 29 April 2020. Di tempat ini terdapat bangunan villa atau rumah kediaman Mr Brawn yang belum lama dipanggil Tuhan. Sepeninggal Brawn, praktis Milka tinggal sendiri bersama putrinya, Kim. Tiba di rumah keluarga Brawn ini, view atau pemandangan di sekitarnya tampak indah. Kebun di sekeliling villa dengan luasan yang ada terlihat ditumbuhi beragam tanaman buah seperti manggis, durian dan lainnya. Lagi-lagi, di tempat ini ditemukan buah durian berukuran besar, mirip Durian Musang Queen John di Basokan. “Kalau durian ini kami sebut durian otong,” tutur Milka di depan Kala’tiku dan Rony Rumengan.

Seperti halnya di kebun John, Bupati Torut bersama rombongan juga menikmati durian otong yang disuguhkan. Juga terdapat buah manggis serta pisang. Cuma saja penggarapan kebun ini tidak  seakademis cara John. “Saya tadinya tidak menyangka kalau ada rumah disini, karena saya pernah datang tapi tidak sampai kesini. Ternyata view dan pemandangannya sangat menarik ya. Kita bantulah atas nama pemda. Ini kita jadikan percontohan, pilot. Kita kan rencanakan membuat green house tahun ini, jadi bibit-bibit yang diperlukan sebagian kita bawa kesini,” janji Kala’tiku. Selain mengurus kebun miliknya, Milka juga mengembangkan usaha menjahit. Produk jahitannya terdiri dari berbagai jenis busana. Bahkan sampai masker pun diproduksi. “Apa saja yang positif bisa dikembangkan untuk menghidupi. Seperti masker dan lainnya. Untuk itu kalau memang nantinya ada bantuan dari Pak Bupati ya tentu saya sangat welcome. Terima kasih atas kedatangan Pak Bupati bersama rombongan dan ini momen yang bagus,” sambut Milka bersama anak semata wayangnya, Kim. (topan-tom). 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini