by

Wartawan Terima Sembako di Torut, Tak Ada yang Salah

TORAJA UTARA, AIRTERKINI.COM – Di tengah pandemi Covid-19, berbagai bantuan seperti sembako dan lainnya, disalurkan. Penyaluran bantuan itu sebagai respon terhadap efek pandemi tersebut. Diketahui, wabah virus corona itu berdampak sistemik di berbagai sektor. Seperti di sektor ekonomi yang kian terpuruk.

Kondisi ini terjadi di Toraja khususnya Toraja Utara. Berbagai bantuan disalurkan baik dari perorangan, lembaga, maupun dari pemerintah setempat. Masyarakat yang menerima bantuan itu adalah warga yang terdampak pandemi. Khusus di Torut, bantuan sembako juga diberikan kepada wartawan. Namun tidak semua wartawan menerima bantuan tersebut. 

Menariknya, di tengah penyaluran bantuan kepada para jurnalis setempat muncul komentar bernada sinis yang dilontarkan beberapa netizen, seperti dilansir sebuah media online. Komentar via Whatsapp (WA) itu dimunculkan dalam WAG Forum Politik Toraja yang kemudian dikecam oleh Srikandi Pejuang Reformasi dan Demokrasi Toraja, Ny Yuli Parantean, istri Alm. Laksamana Pertama Benyamin Bura, mantan Anggota DPD RI Asal Sulawesi Selatan. 

“Netizen itu harus berhati-hati dalam mengeluarkan pernyataan yang bisa menimbulkan kegaduhan di masyarakat. Dan ini sangat menyinggung perasaan para insan pers di Toraja,” ucap Ny Bura yang akrab disapa “Oma’, Jumat lalu (1/5).

Salah satu dari Netizen itu adalah Cornelis  P Sanapang, dan satu nama lagi. Kata Ny Yuli Bura, pernyataan itu sangat tidak tepat dan keliru. Bahkan tidak kontekstual serta tanpa manfaat.

Senada disampaikan pemuka masyarakat Toraja di Jakarta, Ronny D Tulak. Menurut Ronny, kalau itu benar disampaikan melalui WA, maka netizen itu perlu diberi peringatan. “Perlu diberi peringatan itu agar tdk semborono bicara,” demikian bunyi pesan WA Ronny, Sabtu, 2 Mei 2020. 

Pria yang juga Plt Sekretaris Komisi Yudisial ini, bahkan meminta yang bersangkutan agar membuat pernyataan dan tidak akan mengulangi lagi melecehkan profesi wartawan. 

Menanggapi hal ini, Roland Bato’rante Hutasoit, Aktivis Toraja Transparansi, yang juga Anggota Toraja Media Watch, angkat bicara. Katanya, pada prinsipnya, tidak ada yang salah jika wartawan mendapat bantuan sembako dan lainnya, apalagi di tengah pandemi saat ini. “Apakah tabu kalau wartawan itu ikut mendapat bantuan di tengah wabah pandemi corona, saya kira tidak ada yang salah. Wartawan itu juga kan WNI dan makhluk ciptaan Tuhan dengan profesi mulianya. Itu terserah si wartawannya dia mau menerima atau tidak. Bukan berarti lantas tidak independen, jangan salah. Lagian kan saya dengar tidak semua wartawan khususnya di Torut mendapatkan bantuan itu. Jadi jangan juga mengeneralisasi. Yang lain bisa keberatan,” ungkap Roland tandas, kepada Airterkini, sore ini (2/5). 

Roland mencoba mendalami rangkaian pesan chatingan WA itu. Dari hasil penelusurannya, terungkap tidak hanya satu netizen yang terlibat. Ada hubungan kausal atau sebab-akibat antara satu netizen dengan yang lainnya. “Ada ungkapan pemicu hingga memunculkan pernyataan netizen yang lain yang bernada melecehkan profesi wartawan. Itu pun juga masih dengan menggunakan kata ‘mungkin’. Kalaupun itu tetap dianggap merendahkan, maka itu tidak bisa dipisahkan dengan pernyataan pemicu netizen yang lain. Silahkan dilihat chatingannya,” jelas Roland lagi. (topan)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini