by

Tak Dikelola, BMD Bisa Dijadikan Tempat Karantina Covid-19

TANA TORAJA, AIRTERKINI.COM – Mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 27 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah, maka pemerintah di daerah diminta mengelola aset miliknya secara optimal. Namun ini tampaknya tidak dilakukan Pemda Tana Toraja.

Sejak Theofilus Allorerung menjabat bupati  hingga pemerintahan Nivi (Nicodemus Biringkanae-Victor Datuan Batara), sejumlah Barang Milik Daerah (BMD) atau Aset tak dikelola secara optimal bahkan tak pernah difungsikan sama sekali. 

Seperti, Puskesmas di Lembang Lemo Benduru’, Kecamatan Limbong Balepe’, yang sejauh ini tak difungsikan. Padahal, biaya pembangunan aset ini telah menelan dana ratusan bahkan miliaran rupiah.

Tak pelak, masyarakat Lembang Benduru’ mendesak Pemda setempat untuk mengalih-fungsikan puskesmas tersebut menjadi tempat karantina bagi perantau yang ingin kembali ke Tana Toraja.

“Kami harap Pak Bupati segera perintahkan agar puskesmas di Lembang Lemo Benduru’ difungsikan,” kata Sandi, warga Lembang Lemo Benduru’, kepada Airterkini.com, Senin (4/5).

Terpantau, puskesmas di Lembang Lemo Benduru’ tampak tak terurus lagi atau terkesan ditelantarkan. Bangunannya sudah dipenuhi rumput liar, kotoran binatang, dan sampah yang berserakan. Dengan niat tulus dan baik, masyarakat setempat membersihkan ruang dan halaman Puskesmas Lemo Benduru’ secara gotong royong.

Dikonfirmasi, Kepala Bidang Pengelolaan Aset Daerah Tana Toraja, Selpy Paisal, mengatakan,  mekanisme pengajuan pengelolaan BMD harus sepengetahuan Dinas terkait, yakni Dinas Kesehatan setempat. Setelah itu diteruskan ke Bupati. “Jadi sebelum ke Pak Bupati, Camat lapor dulu ke Dinas Kesehatan,” jelasnya. (gis)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini