by

Tangani Covid-19, Gerakan Milenial Sangtorayaan Beri Masukan Kepada Dua Bupati Toraja

TANA TORAJA, AIRTERKINI.COM – Gerakan Milenial Sangtorayaan (GMS) menggelar webinar via zoom, Selasa sore (5/5). Briken Linde Bonting, Koordinator GMS, dalam sambutannya, menyampaikan tujuan acara tersebut dan perlunya informasi akurat dari Pemda serta saran atau masukan dari milenial bagi pemerintah dua kabupaten, Tana Toraja dan Toraja Utara, dalam penanganan Covid-19.

“Dalam beberapa bulan terakhir ini kita mengalami pandemi Covid-19, semua bangsa dan semua negara. Diskusi ini khususnya untuk kita di dua kabupaten yakni Tana Toraja dan Toraja Utara, sehingga kita dapat mengetahui informasi yang valid dan bukan hoaks,” ungkap Brikken. 

Pembicara yang hadir, antara lain, Bupati Tana Toraja Ir Nicodemus Biringkanae, Bupati Toraja Utara Dr Kala’tiku Paembonan, Koordinator Crisis Center Gereja Toraja Pdt. Alfred Anggui, Direktur RSUD Lakipadada dr Syafari Daniel Mangopo, dan Perwakilan Milenial Toraya, Alan Christian Singkali.

Menurut Bupati Tana Toraja, Nicodemus Biringkanae, untuk melawan Covid-19 harus dengan hati yang penuh. “Berpikir dengan hati, bekerja dengan hati, dan berisiko dengan hati,” timpalnya. Syaratnya adalah dengan mendengar dan melaksanakan anjuran pemerintah soal physical dan social distancing. Kemudian mendorong penguatan lembaga ekonomi kerakyatan serta lewat jaring pengaman sosial.

Budget untuk penanganan pandemi tersebut sudah dialokasikan sekitar Rp74 M. Peruntukannya lebih dominan untuk penanganan penyakit.  Pembiayaan tersebut sudah dianggarkan sekitar 74 miliar rupiah dengan peruntukan lebih dominan pada penanganan penyakit bagi pasien Covid-19 serta dampak sosial ekonominya. “Tapi ada persoalan data yang ditemukan di Tana Toraja, dan kita mulai untuk perbaikan data dari RT, RW, dan Kelurahan. Sehingga kita berharap keluar dari masalah data ini,” ujar Nicodemus 

Sedang Bupati Toraja Utara, Kala’tiku Paembonan, mengatakan, pentingnya sosialisasi lewat media sosial khususnya bidang pendidikan. Juga mendorong sistem pembelajaran online dan media tv kabel. “Khusus anak-anak sekolah sudah ada jadwal,” sebut Kala’tiku. Menurut dia, pihaknya bersama Forkominda dan FKUB, telah memutuskan menghentikan dan membatasi ibadah di rumah ibadah, upacara-upacara adat, dan menutup area objek-objek wisata. “Semua masyarakat harus memperhatikan protokol kesehatan, seperti memakai masker dan mencuci tangan,” ucap Kala’ lagi . 

Pdt. Alfred Anggui dan dr Syafari Mangopo merespon positif penjelasan yang disampaikan kedua bupati. Stakeholder, baik masyarakat maupun instansi teknis terkait seperti Dinas Kesehatan setempat, telah melakukan upaya terbaik dalam mendukung pemerintah memberantas Covid-19 serta dampak sosial ekonomi yang ditimbulkan.

Sebagai contoh, Crisis Center Gereja Toraja yang telah mengumpulkan dana hingga 1 M untuk membantu unit-unit kesehatan di desa. Begitu pula rumah sakit rujukan RSUD telah berhasil memulangkan 3 pasien Covid-19 ke rumah masing-masing dalam keadaan sembuh (negatif). “Jadi sekarang Tana Toraja, zero positive Covid-19,” tutur dokter Syafari. 

Alan Christian Singkali dari Perwakilan Milenial Toraja, meminta Pemkab memperhatikan mahasiswa rantau. Pasalnya, mereka tidak masuk dalam skema bantuan di kota-kota studi karena domisili KTP. “Selain itu juga ada pengeluaran tambahan biaya kuota internet, karena harus kuliah dari rumah yang berdampak besar bagi keuangan para mahasiswa,” ungkapnya. 

Peserta diskusi berasal dari berbagai tempat, Seperti para mahasiswa dari Jawa, Kalimantan, Sulawesi Tengah, Papua, Warga Toraja Diaspora di Australia dan Perancis, Pengurus PMTI, Satgas Covid-19, Sangtorayan Makassar, dan lainnya. 

Sedang moderator diskusi, terdiri dari, Mangatta Toding Allo, Narahubung Manti Tandi, Host Eliyah Achanta Sampetoding, dan Media Partner Info Toraja yang menyiarkan webinar ini melalui live streaming Facebook. (mego)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini