by

Studi Banding ke Konsel Sultra Untuk Pengembangan Tanaman Hortikultura di Torut

KENDARI, AIRTERKINI.COM – Yayasan Peduli Tondok Toraya (YPT2) kini sedang mengadakan studi banding ke Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara, dalam rangka pengembangan sektor pertanian dan tanaman pangan khususnya hortikultura untuk Toraja Utara. Rombongan YPT2 dipimpin ketuanya, Drs Rony Rumengan, berada di Kota Kendari, sejak Sabtu lalu (2/5). 

Menurut Rony, yang ditemui di sela kesibukannya, di salah satu kebun warga di Konsel, hari ini (7/5), kedatangannya ke Kendari dan Konsel adalah untuk menambah pengetahuan dan wawasan seputar tatacara dan teknis pengelolaan tanaman hortikultura. Adapun Konsel dipilih sebagai tujuan studi banding karena daerah tersebut dianggap maju dalam pengembangan tanaman hortikultura khususnya buah-buahan. 

“Kita tentu ingin tahu apa saja yang ada utamanya inovasi tentang tatacara dan teknis pengelolaan pengembangan tanaman hortikultura khususnya buah-buahan. Kita ingin lebih banyak mengetahui tentang itu yang kira-kira bisa diterapkan di Toraja baik di Tana Toraja maupun Toraja Utara,” ujar Rony, Jurnalis Senior yang selama ini berdiam di Jakarta. Studi banding tersebut, katanya, dilaksanakan atas swadaya pihak Yayasan. 

Kebun buah warga yang dikunjungi, milik seorang warga Konsel asal Tandung Nanggala, Torut. Warga bernama Markus Longe’ ini menanam rambutan dan jeruk manis. Sayang, buah hasil kebunnya kali ini tidak terjual habis lantaran pembatasan social distancing dari efek Covid-19. Markus berada di Kendari dan Konsel sejak 1984 setelah hijrah dari Bandung. Selama di rantau, pria berambut putih ini telah memiliki lahan belasan hektar yang tersebar di Kendari dan Konsel.

Ide studi banding ini muncul terinspirasi oleh konsen Bupati Toraja Utara Kala’tiku Paembonan terhadap sektor tanaman pangan khususnya pengembangan tanaman hortikultura seperti buah-buahan. “Ini match dengan konsen Bupati Torut. Kebetulan sebelum ke sini, kami bersama bupati mengunjungi dua lokasi kebun warga di Torut, yakni di Basokan, Nanggala dan Bonoran, Kesu’. Kedua warga tanam durian dan manggis,” tutur Rony. 

Selama di Sulawesi Tenggara, pria yang juga berjiwa entrepreneur ini, mengaku tertarik dengan sumber daya alam (SDA) beberapa daerah di Sultra sebagai objek dan sumber pendapatan daerah. “Seperti di sektor pertambangan. Investasi di bidang ini mengandung prospek yang baik jika dikelola secara profesional. Dengan cara ini, kedua pihak, pemerintah maupun swasta, mendapat untung,” terang Rony lagi. (tom)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini