by

TOTRANS Warning Pemkab Tana Toraja Berhati-hati Gunakan Anggaran Covid-19

TANA TORAJA, AIRTERKINI.COM – Momen pandemi Covid-19 telah membuat pemerintah harus merevisi anggaran negara hingga ke daerah. Padahal, sebelumnya anggaran itu diplot untuk program kegiatan yang lain, dan ini tertuang dalam APBN serta APBD. Revisi dilakukan guna mengcover anggaran untuk penanganan wabah virus corona atau Covid-19. Khusus di dua kabupaten, Tana Toraja (Tator) dan Toraja Utara (Torut), biaya penanganan pandemi itu juga dianggarkan dengan merevisi APBD setempat. 

Semisal, di Tator, pemda setempat menyiapkan anggaran sebesar Rp.107,4 Miliar, dengan rincian untuk penanganan Covid-19 sebesar Rp.30,3 Miliar, penyediaan jaring pengaman sosial (JPS) Rp.42,5 Miliar, dan penanganan dampak ekonomi sebesar Rp.34,5 Miliar. Untuk itu, dalam Rapat Paripurna DPRD Tana Toraja, masa sidang II, Sabtu lalu (2/5), Wakil Ketua DPRD Tator Yohanis Lintin Paembongan, selaku pimpinan sidang, menegaskan, masyarakat harus mengetahui anggaran miliaran untuk penanganan Covid-19 itu digunakan untuk apa saja.

“Anggaran untuk penanganan dan pencegahan Covid-19 itu perlu juga diketahui masyarakat. Ini merupakan bentuk dari transparansi,” katanya. Transparansi pengelolaan anggaran miliaran itu, tandas Kader PDI Perjuangan ini, wajib disampaikan agar tidak memicu kecurigaan publik. 

Guna merealisasikan prinsip keterbukaan tersebut, pihaknya, kata Yohanis Lintin, telah merekomendasikan kepada Bupati Tator Nicodemus Biringkanae agar diberikan rincian penggunaan anggaran itu. “Apalagi ada juga bantuan dari Pemerintah Pusat dan Provinsi sehingga nantinya anggaran itu tidak tumpang tindih,” terangnya.

DPRD Tator tetap mendukung Pemda dan Satgas Covid-19 untuk bekerja, namun harus dengan mengikuti aturan yang berlaku. Kondisi darurat seperti bencana tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan aturan. “Walaupun kita dalam keadaan darurat bencana, namun ketaatan terhadap aturan pengelolaan keuangan daerah harus tetap dikedepankan,” ketusnya. 

Thonny Panggua, Aktivis Toraja Transparansi, bahkan me-warning Pemda Tator dan Torut agar berhati-hati dalam penggunaan anggaran corona. Pihaknya, kata dia, akan memantau dengan mengumpulkan data angka-angka penggunaan dana serta aktivitas Satgas dan personil di lapangan. “Kita terus pantau sesuai kapasitas, dengan melakukan puldata atau pulbaket serta pengambilan dokumentasi,” ujar pria yang akrab disapa Topan ini. (red)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini