by

Membagi Sembako Malam-malam, Kepala Lembang Gandang Batu Dituding Warganya Tidak Adil

TANA TORAJA, AIRTERKINI.COM – Ada pernyataan mengejutkan dari salah satu warga Lembang Gandang Batu, Kecamatan Gandasil, Daniel Asin (55). Ia menduga Kepala Lembang Gandang Batu melakukan transaksi kongkalingkong dengan warga penerima sembako dari Pemda Tana Toraja terkait efek Corona.

Kecurigaan Daniel Asin ini muncul karena pembagian sembako dilakukan malam hari. “Di RT Sanglengkong Tiro Padang saya temukan aparat lembang kami membagikan sembako pada jam 9 malam bahkan sampai jam 11 malam,” ujar Daniel Asin, didampingi tetangga dan keluarganya saat mendatangi Kantor Redaksi Airterkini.com di Se’pon, Makale, Jumat (15/5).

Petani lombok dan tomat ini mengaku kecewa dengan kepala lembangnya, karena dinilai tidak adil dalam pembagian sembako. “Mungkin cuman saya yang punya rumah di kampung, saya yang pakai tiang bambu, kenapa keluarga kami tidak diberikan sembako. Kartu KK kami sudah pernah didata pak RT,” tutur Daniel Asin sambil membasuh air matanya.

Rumah Daniel Asin di Lembang Gandang Batu, Kec. Gandasil

Dari penelusuran Daniel, ada beberapa warga Lembang Gandang Batu yang sebenarnya tidak layak dapat namun diberikan sembako. “Kalau tidak salah ada anggota BPL yang dapat sembako,” beber Daniel.

Seorang dari keluarga Daniel yang ikut mendampinginya, menyampaikan keluhkesah saat berada di Airterkini. Pasalnya, biaya perjalanannya datang dengan naik ojek mencapai Rp150.000 per orang. “Biaya ojek kami PP datang ke sini Rp150.000,” sebutnya.

Sebenarnya, kata Daniel, dirinya tidak begitu mempersoalkan bantuan sembako, namun ia merasa terpukul karena menilai kepala lembangnya tidak adil dalam melaksanakan misi kemanusiaan dampak Covid-19.

Dikonfirmasi, Kepala Lembang Gandang Batu, Calvin, merasa sudah bekerja maksimal dan selektif dalam memilih warganya yang menerima bantuan sembako.

Soal pembagian sembako malam, Kalem Gandang Batu tidak mengetahui persis. “Pada saat itu kami start bawa sembako dari Tammuan Mali’ Makale sekitar jam 3 sore, jadi bisa saja Pak RT membagikan sembako sampai malam. Yang jelas saya tidak menginstruksikan kepada aparat saya untuk pembagian sembako malam-malam,” kilahnya.

Terkait jumlah penerima bantuan sembako dari pemerintah daerah, Calvin mengakui bantuan tersebut sangat terbatas. “Bayangkan jumlah KK  di lembang kami 954, sementara jatah sembako hanya diperuntukkan 200 KK,” ungkap Kalem.

Meski demikian, Calvin menegaskan, pihaknya sudah mengajukan penambahan bantuan sembako ke Pemda Tator namun sampai sekarang belum ada realisasi. “Saya pernah ajukan penambahan bantuan sembako, namun jawaban dari salah satu petugas pembagian sembako sudah tidak ada lagi,” ucapnya. (gis)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini