by

Vendor Angkat Tangan, Proyek PLN 4,7 Miliar Terbengkalai di Simbuang

TANA TORAJA, AIRTERKINI.COM – Proyek PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero, yang dikelola Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Wilayah Sulsel, dinilai terbengkalai. Pasalnya, proyek PLN tersebut seharusnya sudah difungsikan dan dinikmati masyarakat Simbuang pertengahan 2019, namun hingga saat ini belum bisa difungsikan alias belum menerangi wilayah Simbuang. 

Akibatnya, sekitar 6000 KK warga Simbuang belum menikmati penerangan listrik. Proyek UP2K yang menghubungkan kecamatan Simbuang-Mamasa ini menghabiskan anggaran APBN sebesar Rp 4,7 Miliar. “Yang saya tahu proyek itu nilai jasanya Rp 4,7 miliar. Disebut nilai jasanya, termasuk besi kanal/traverse, mur baut, pengikat, isolator, dan upah pekerja. Masih ada anggaran lain, tapi saya tidak tahu persis berapa,” kata Manager Perencanaan UP3 Palopo, Rudi, saat dihubungi Airterkini.com, Rabu (20/7).

Menurut Rudi, proyek PLN yang menghubungkan Simbuang-Mamasa panjangnya JTM 55, 98 KMS, JTR 35,24 KMS dan gardunya 19 x 50 KVA. Proyek PT. PLN Persero ini terbengkalai atau mangkrak karena faktor infrastruktur jalan menuju Simbuang. “Bawa tiang dan alat listrik ke Simbuang saja setengah mati. Semua mobil baik mobil perusahaan maupun mobil sewaan rusak akibat medan ke Simbuang,” ungkap Rudi.

Rudi menjelaskan, pihaknya berkomitmen proyek PLN tersebut akan diselesaikan dalam tahun ini. “Ada tiga vendor yang kita pakai sebelumnya. Dua masih berkomitmen melanjutkan proyek itu, yang satu sudah mengundurkan diri,” ungkap Rudi.

Meski demikian, pihaknya, kata Rudi, sudah  memberi sanksi atau pinalti kepada 3 (tiga) vendor tersebut. “Kami sudah beri pinalti,” ujarnya. Ia menegaskan, proyek PLN yang menghubungkan Simbuang-Mamasa belum diserahterimakan dari pihak UP2K wilayah Sulsel.

“Kalau proyek ini sudah difungsikan, belum jelas PLN ULP mana yang kelola nantinya. Masih abu-abu. Kalau infrastruktur jalan menuju Simbuang memungkinkan, bisa saja proyek penerangan itu dikelola PLN ULP Makale, begitu sebaliknya jika infrastruktur jalan menuju Simbuang tidak memungkinkan maka proyek penerangan tersebut kemungkinan besar dikelola PLN ULP Mamasa. Itu tergantung perhatian pemerintah daerahnya,” tutur Rudi.

Dari penelusuran Airterkini.com yang lalu, medan menuju Simbuang masih sangat ekstrim. Terdapat beberapa titik tiang tumbang di tengah jalan bahkan kabel-kabel proyek UP2K wilayah berserakan di tengah jalan. (gis)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini