by

WASINDO Sultra Sidak, Temukan Kantor Dinas Perumahan Konsel Sepi Tak Ada Pegawai

KENDARI, AIRTERKINI.COM – Menindaklanjuti informasi dugaan adanya pungutan liar alias pungli dengan modus pemotongan dana SPPD (Surat Perintah Perjalanan Dinas) dan gaji honorer di lingkungan kantor Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), seperti dilansir media ini sebelumnya, Perkumpulan WASINDO (Pengawas Independen Indonesia) langsung terjun ke Andoolo dipimpin Ketua WASINDO Sultra, Sumarni, Jumat kemarin (29/5).

Tim WASINDO beranggotakan Sekretaris WASINDO Sultra, Lahidi, dan Khairuddin serta lainnya, bertolak dari Kendari menuju Andoolo, ibukota Konawe Selatan, dengan sasaran kantor Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Konsel. Sidak atau inspeksi mendadak WASINDO ini dilakukan sebagai langkah monitoring dengan meminta klarifikasi atas informasi seputar dugaan adanya pungli lewat pemotongan dana SPPD dan gaji honorer di Dinas tersebut.

Namun saat tiba di kantor Dinas Perumahan setempat, sekitar pukul 10.00 lewat, suasana tampak sepi. Nyaris tidak ada pegawai. Tim hanya menemukan seorang staf bernama Erik. Ia adalah pembantu bendahara kantor tersebut. Sedang Kadis Perumahan sendiri, Indra Rusdin ST, sedang tidak di tempat. Begitu pula Sekretaris Dinas, H. Sahir.

BACA JUGA : Potong SPPD dan Gaji honorer kadis perumahan Konsel di sorot

Menurut Erik, Kadis Perumahan Indra Rusdin, sedang di luar. “Pak Kadis di luar, belum masuk. Katanya ada di rujab ikut olahraga senam. Tidak ditahu jam berapa masuk kantor,” ujar Erik ketika ditanya. Sedang pegawai lainnya ada yang sudah pulang. Selebihnya tidak masuk kantor karena efek corona. “Ada juga yang lagi urusan di luar seperti Pak Hasdin, bendahara. Ada urusan keuangan pak,” tutur Erik.

Ketua WASINDO Sultra, Sumarni, yang ditemui di sela sidak, menyayangkan rendahnya etos kerja serta kedisiplinan aparatur seperti yang ditemukan di kantor Dinas Perumahan Konsel. “Ini tidak benar cara mereka. Masih jam kantor sudah pada tidak ada. Ini saja sudah korupsi waktu. Jangan mentang-mentang karena virus corona dimanfaatkan untuk malas-malas dan tidak di kantor. Tujuan kami datang untuk meminta klarifikasi tentang dugaan pemotongan SPPD dan gaji honorer, silahkan jelaskan. Tapi bagaimana kadisnya sendiri tidak ada di tempat,” tandas Sumarni. (red)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini