by

Anggota Dewan Tator Kristian Lambe’, Kritisi Pembangunan Sepanjang Jalan Menuju Bandara

TANA TORAJA, AIRTERKINI.COM – Pembangunan Bandara Toraja atau Bandara Buntu Kunik (BBK), kerap diwarnai kritikan. Mulai dari jual-beli lahan, anggaran infrastruktur hingga kritikan upah pekerja bandara tersebut. Ironisnya, semua kritikan itu sepertinya dianggap angin lalu.

BACA JUGA : Idealnya Nama BBK, Bandara Internasional Pongtiku

Kini, giliran Anggota DPRD Tana Toraja dari Fraksi Partai Demokrat, Dr. Kristian HP Lambe’, mengkritisi proses pengaplingan lahan menuju bandara yang tak lama lagi diresmikan Presiden Joko Widodo itu. Lahan tersebut adalah kawasan hutan Mapongka.

Menurut Kristian Lambe’, lahan yang  sementara dikapling untuk dibanguni pemukiman penduduk, restoran, swalayan dan bisnis lainnya itu, sudah menyalahi Peraturan Pemerintah RI No. 10 Tahun 2010 tentang Tata Cara Perubahan Peruntukan dan Fungsi Kawasan Hutan.

Pasalnya, Hutan yang dikapling di kawasan Mapongka tersebut merupakan hutan lindung. Dengan demikian, Kristian Lambe’ menegaskan kepada pemerintah lewat instansi terkait, agar meninjau kawasan hutan lindung tersebut.

“Jika dibiarkan kawasan hutan lindung akan mengganggu kenyamanan pengguna jalan menuju Bandara, bahkan bisa terjadi longsor dan banjir,” tandas Kristian Lambe’ kepada Airterkini.com, Sabtu, 30 Mei 2020.

Konon, lahan yang sudah dikapling di kawasan hutan Mapongka tersebut akan diukur Badan Pertanahan Nasional Tana Toraja guna penerbitan sertifikat tanah. (gis/step)

JANGAN LUPA TONTON : Penyerahan BLT DD Lembang Palesan

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini