by

Surat Edaran Bupati Tator Soal Surat Keterangan Sehat Disorot, Jhony Paulus: Harga SIM Lebih Murah

TANA TORAJA, AIRTERKINI.COM – Surat Edaran Bupati Tana Toraja Nomor 165/V/2020/Setda yang mewajibkan setiap orang yang masuk ke Tana Toraja harus dilengkapi dengan Surat Keterangan Sehat berdasarkan Hasil Rapid Test dari daerah asal perjalanan, menuai tanggapan dari berbagai elemen masyarakat.

Salah satu yang memberi tanggapan adalah Praktisi Hukum, Jhony Paulus, SH, MH. Jhony menilai surat edaran tersebut kurang tepat, bahkan terang-terangan melanggar Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya. 

“Surat Edaran ini harus direvisi ulang, jangan sampai menabrak Undang-undang Lalu Lintas dan Angkutan Umum. Awal-awalnya kan dibilang harus tegas, kok sekarang ada protes dan komplain. Berarti surat edaran ini kontraproduktif, justru di saat-saat new normal orang-orang pada mulai giat supaya perekonomian ini jalan,” ungkap Jhony saat bercengkrama dengan Step, awak media ini, di Warkop Sikamali’, Selasa (2/6/).

Ironisnya, masih kata pria berdarah Makale-Dende Toraja ini, di tengah New Normal Life ini masih ada Test Rapid. “Kalau mau test rapid gratis dong seperti di Luwu Timur, karena masyarakat lagi susah perekonomian, lagi tidak jalan,” tegas Jhony seraya membandingkan harga SIM dengan Surat Keterangan Sehat atau Hasil Rapid Test.

BACA JUGA : tindak lanjuti instruksi Bupati tana Toraja camat bongkar lakukan ini

“Iya kan, harga SIM aja cuman 250 ribu, sudah termasuk biaya pemeriksaan kesehatan dan berlaku 5 tahun. Bandingkan dengan Surat Keterangan Hasil Rapid Test yang harganya 300 ribu plus subsidi Pemda 100 ribu dan berlaku hanya 7 hari,” terang Jhony gamblang. (step)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini