by

Orasi Bupati Torut Kala’tiku Paembonan Di PN Makale, Undang Simpati Banyak Pihak

TORAJA UTARA, AIRTERKINI.COM – Proses hukum kasus sengketa lahan Lapangan Gembira Rantepao dengan pengajuan gugatan PK (Peninjauan Kembali) pasca keluarnya putusan kasasi oleh Mahkamah Agung, kembali bergulir. Pemda dan Masyarakat Toraja Utara telah menyerahkan memori PK itu ke Pengadilan Negeri Makale untuk diteruskan ke Mahkamah Agung, Kamis (4/6). Penyerahan memori PK tersebut diwarnai unjuk rasa seluruh elemen masyarakat Torut dengan dikawal pengamanan. 

Yang menarik, hadirnya Bupati Torut Kala’tiku Paembonan di Pengadilan Negeri Makale. Ia membaur dengan massa pengunjuk rasa dengan berorasi. Orasi Kala’tiku ini terekam video yang kini viral di masyarakat serta di medsos. Bupati Torut yang mantan Sesditjen Pemberdayaan Masyarakat Desa Kemendagri ini, benar-benar menguasai panggung. Ia tanpa beban berorasi demi kepentingan umum. Kepentingan masyarakat dan daerah Toraja Utara. 

Gaya dan sikapnya bak negarawan ingin mempertahankan identitas serta harga diri masyarakatnya dengan wilayah administratif yang ada. Kala’ benar-benar tampil patriotik dengan gaya bahasa serta penggunaan kata-kata yang apik, sistematis serta mengalir bagai air. “Kita datang di gedung pengadilan ini karena kita yakin pengadilan ini akan memberikan keadilan yang seadil-adilnya untuk Toraja Utara, karena keyakinan itu berasal dari Tuhan yang Maha Pengasih,” ujar Kala’tiku di atas truk usai sidang penerimaan PK. 

Kala’tiku meyakinkan masyarakat Torut kalau langkah hukum yang diambil diberkati Tuhan. “Percayalah langkah-langkah hukum luar biasa yang kita lakukan pada hari ini, itu akan diberkati oleh Tuhan. Karena semua saksi-saksi yang kita ajukan memperlihatkan bahwa kita pasti memenangkan pengadilan ini,” beber Kala’ seraya menyebut semua proses yang lalu memang memerlukan koreksi. “Memang terjadi hal-hal yang memerlukan koreksi. Dan satu hal yang terpenting sedari awal digelar perkara ini adalah hadirnya yang disebut testimoni de auditu. Bahwa setiap kesaksian penggugat harus disertai dengan bukti-bukti otentik,” jelas Bupati Torut. 

Ia menyebut empat bukti konkrit yang diajukan mendasari PK, tanpa merinci apa saja. Ke-4 bukti itu, kata Kala’, akan memungkinkan MA mengabulkan PK tersebut. “Kepada semua pihak yang bersimpati saya ucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya. Siswa-siswi SMA 2 kembalilah, pulanglah, belajarlah. Urusan perjuangan ini ada di tangan pemerintah daerah. Kalian cukup belajar dan kami akan berusaha sekeras-kerasnya sehingga keadilan itu kita bisa peroleh dan kalian bisa sekolah dengan tenang,” seru Kala’tiku. 

Performa Bupati Torut dengan orasi yang disampaikan ini, ternyata mengundang simpati banyak pihak. Terutama mereka yang sempat menyaksikan tayangan video itu. Seperti dilontarkan Drs Rony Rumengan, Ketua Yayasan Tondok Peduli Toraya, kepada Airterkini.com, di Kendari, Sabtu siang (6/6). Rony mengakui penampilan Kala’ betul-betul prima. Biasanya, kata jurnalis senior ini, pemerintah sebatas mensupport dan tidak sampai terjun langsung di lapangan. 

“Tapi ini justru membaur dengan masyarakat yang berunjukrasa dan tanpa beban. Saya lihat ini spontanitas dari Pak Kala’ karena tujuan demo untuk kepentingan umum. Kita bisa pahami. Kelihatan semangatnya patriotis dan berintegritas. Bayangkan soal Lapangan Gembira ini kalau bisa dimenangkan itu sama saja menyelamatkan Toraja khususnya Toraja Utara. Sehingga bagi saya ini menjadi poin tersendiri yang sangat positif bagi Pak Kala’ selaku bupati setelah usahanya menertibkan bangunan di bantaran Sungai Sa’dan serta menambah aset perkantoran pemda dengan membeli Hotel Marante yang kini sudah digunakan,” ungkap Rony.

Respon simpati juga disampaikan Ir Silas Kende, MT, Pemuka Masyarakat Toraja di Sorong, Papua. Lewat WhatsApp (WA), Silas mengucapkan selamat kepada Bupati Kala’tiku yang memperjuangkan harga diri Toraja Utara. “Syalom Pak Bupati, selamat memperjuangkan harga diri Toraja Utara, bawa novum ke MA. Orasi Bpk sangat baik dan menyentuh persoalan, usaha bpk menggandeng Kejaksaan sebagai Pengacara Negara adalah sangat tepat karena tidak mungkin Negara bisa kalah, Tuhan berkati Bpk dalam tugas pelayanan,” demikian bunyi pesan WA Silas.

Pujian sama dilontarkan Yosni Pakendek. Kepada awak media ini, juga via WA, Yosni merespon singkat. “Luar biasa Pak Bupati, menuntut keadilan perlu kebersamaan, perlu perjuangan, butuh pengorbanan,” tuturnya. Sedikit beda disampaikan Ir Deka Paranoan, Pemuka Masyarakat Toraja di Jakarta. “Mestinya Pemda menang di pengadilan tingkat pertama. Tidak ada alasan kalah, karena disitu kuncinya. Ini kalah dari awal sampai tingkat kasasi. Sampai tingkat kasasi baru teriak. Sudah 3 kosong baru teriak minta tolong. Apa ngga konyol itu,” cetus Deka. (red)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini