by

Ini Perintah Kabaharkam Polri untuk Seluruh Kapolda, Penting!

JAKARTA, AIRTERKINI.COM – Penjemputan paksa jenazah COVID-19, seperti terjadi di beberapa daerah, benar-benar mendapat perhatian serius Mabes Polri. Karena itu, agar tidak terulang lagi, Kabaharkam Polri Komjen Pol Agus Andrianto mengeluarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1618/VI/Pos.2/2020 tanggal 5 Juni 2020.

“Telegram sudah dikeluarkan kepada para Kapolda dan Kapolres bahwa mohon dipastikan betul bahwa orang yang meninggal adalah penderita COVID-19,” ujar Agus di Baharkam Polri, Jakarta, Kamis (11/6).

Menurut Agus, dengan adanya kejelasan status pasien apakah positif atau negatif COVID-19, diharapkan pihak keluarga diminta tidak meragukan lagi pihak RS terkait tindak lanjut penanganan lanjutan.

Baca Juga : busyet-aliran-dana-covid-19-rp405-triliun-di-tangan-sri-mulyani-tak-jelas/

Kepada pihak keluarga dan kerabat, Agus meminta proses persemayaman dan pemakamannya tetap menerapkan protokol kesehatan, yaitu memakai masker dan jaga jarak.

Apabila masih menolak hingga memaksa mengambil jenazah yang terbukti positif virus corona, maka orang tersebut bisa dipidana. Untuk itu, Agus berharap bisa dipastikan dulu apakah jenazah meninggal karena virus corona atau tidak sehingga kejadian tersebut tak terulang lagi.

“Misalnya ada yang sakit, itu segera dilakukan swab sehingga petugas medis memiliki dasar untuk menjelaskan kepada keluarga bahwa yang ini meninggal betul-betul karena COVID-19 bukan dari dugaan-dugaan sehingga menimbulkan masalah di lapangan,” tegas Agus. (*/red)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini