by

Lanjutan Kasus Perkelahian Antar Pemuda Di Sangalla’, Mulai Terungkap

TANA TORAJA, AIRTERKINI.COM – Masih ingat perkelahian antar pemuda Tongko Sarapung dengan anak muda To Awang PLN di rumah duka Mahasiswa IAKN pada 26 Mei 2020 lalu? Kasus tersebut kini mulai terungkap. Pasalnya, sudah ada beberapa saksi dinyatakan tersangka.

“Ada 9 saksi selama ini sudah dinyatakan tersangka,” kata AKP Jhon Paerunan SH, Kasat Reskrim Polres Tana Toraja, kepada Airterkini.com, saat ditemui di ruang kerjanya, belum lama ini.

Pihaknya juga, kata Jhon, akan memeriksa siapa dalang perkelahian antar pemuda Sangalla’ saat itu. “Kalau ada informasi dari masyarakat siapa provokator atau bahasa hukumnya penghasut, saya tegaskan akan kami panggil untuk kami mintai keterangan,” tandas Jhon.

Ia mengaku, selama ini pihaknya belum mendapat informasi tentang siapa penghasut terjadinya perkelahian antar pemuda Sangalla’ tempo hari. “Kami belum panggil korban pemukulan ke kantor karena masih dalam tahap penyembuhan. Dalam waktu dekat ini kami akan panggil paksa, dan kami mintai keterangan. kenapa dia bisa sampai di acara rumah duka mahasiswa yang gantung diri sampai terjadi masalah. Apakah ada yang suruh atau bagaimana,” ungkap Jhon Paerunan.

Baca Juga : polsek-sangalla-bubarkan-judi-sabung-ayam-di-kaero-tator

Namun, berdasarkan penelusuran Airterkini, korban pengeroyokan, Hendra alias Sagena (25), mengaku jika dirinya disuruh rekannya untuk melakukan penyerangan. “Saya disuruh Sottor, Surada, dan ada orang yang pincang-pincang kakinya. saya sudah salah, saya cuma disuruh,” pengakuan Hendra kepada Predy, saat diinterogasi di TKP, 26 Mei 2020. 

Selain itu, ada petunjuk kalau Hendra berniat melakukan penyerangan ke rumah duka tersebut. Beberapa rekannya diciduk polisi di titik yang berbeda yang tak jauh dari lokasi TKP. Beruntung rekannya itu sudah dalam pengawasan polisi dan diamankan dari amukan massa saat kejadian.

Rumor yang beredar juga menyebut, salah seorang Kepala Dinas di Tana Toraja, Yurinus, bersama seorang ASN, Paulus, diduga ikut andil dalam kasus penghasutan ini. 

Dikonfirmasi, Yurinus, sebelum kejadian, mengaku dirinya mendatangi rumah duka mahasiswa yang gantung diri. Kehadirannya untuk menegur pemuda Tongko karena telah memukul kemanakannya saat penjemputan jenazah mahasiswa IAKN tersebut. 

Diketahui, awal munculnya persoalan perkelahian antar pemuda Sangalla’ karena pemukulan terhadap salah seorang saat penjemputan jenazah mahasiswa yang bunuh diri. Akibatnya, terjadi pembalasan penyerangan malam hari di rumah duka.

“Iya benar saat itu saya mendatangi rumah duka. Tujuan saya datang menegur anak muda kenapa memukul kemanakan saya,” jelas Yurinus, saat dihubungi Airterkini, via handphone, Senin (15/6).

Sementara, Paulus yang juga diduga terlibat dalam penghasutan penyerangan rumah duka mahasiswa IAKN, menurut para saksi, dilatarbelakangi karena kekecewaannya anaknya dipukul saat penjemputan jenazah tersebut dari RSUD Lakipadada. “Paulus datang marah-marah saat itu, ia bernada menantang,” tutur seorang saksi mata yang enggan disebut namanya.

Korban, Diduga DPO 2017

Korban pengeroyokan yang terjadi di rumah duka, Hendra alias Sugena, diduga masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) tahun 2017. Hendra dinyatakan buron atas laporan korban penganiyaan secara bersama-sama yang dilakukan Hendra bersama ayahnya, Charles, saat kunci tahun 2017.

“Pada saat itu, Hendra bersama orang tuanya memukul salah seorang warga di Sangalla’. Persoalannya terkait pengumpulan uang kunci tahun di akhir tahun 2017,” ungkap sebuah sumber yang layak dipercaya. Katanya, berdasarkan hasil laporan korban saat itu, orang tua Hendra ditahan, sementara Hendra sendiri kabur. (one)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini