by

Warga Ini Dikeroyok, Pelakunya Diduga Oknum Polsek Rantepao Berinisial HS

TORAJA UTARA, AIRTERKINI.COM – Seorang warga Rantepao bernama Arnold Hutasoit (43), dilaporkan dikeroyok oknum polisi berinisial HS (27). Akibatnya, korban, Arnold, mengalami luka berat di bagian kepala dan nyaris tak sadarkan diri. Informasi kejadian ini diperoleh Airterkini dari pihak keluarga korban lewat layanan aplikasi WhatsApp (WA), Selasa malam (16/6). Adik kandung korban, Roland Bato’rante Hutasoit, saat menginformasikan peristiwa tersebut sedang berada di Polsek Rantepao. 

Dari keterangan yang disampaikan pihak keluarga, korban dikeroyok tidak hanya seorang. Pelakunya diduga beberapa oknum polisi alias HS dkk. Tidak jelas motif dari tindakan penganiayaan dengan modus pengeroyokan itu.

“Oknum terduga pelaku salah satunya bernama SARDI SARUNGALLO,” demikian bunyi pesan adik kandung korban, Roland. Pesan selanjutnya, ia menyampaikan kalau pihaknya juga telah melapor ke Provos Polres Toraja Utara.

Menurut Roland, korban dikeroyok di Jl Palapa, dekat Jalan Palopo, di Rantepao. “Diduga dilakukan oleh 4 oknum polisi polsek rantepao toraja utara. Sy langsung cek kebenaranx ke polsek, bahkan awalx sy di halangi untuk melihat secara langsung kondisi korban namun sy paksakan, dan akhirx sy dapati korban dalam posisi terlentang bersimbah darah di salah satu ruangan dalam polsek, tanpa upaya penanganan medis.. Sampai sy minta polisi untuk larikan ke Rumah sakit terdekat utk mndapatkan perawatan pertama,” tutur Roland.

Selain laporan ke Provos, keluarga korban juga melapor ke Sat Reskrim Polres Toraja Utara terkait pidana. “Keluarga besar korban meminta pelaku harus segera di tahan dan di proses sesuai HUKUM yg berlaku,” tegas Roland yang juga Aktivis Toraja Transparansi, dalam pesan WA-nya, malam tadi (16/6).

Guna proses lebih lanjut, pihak Polres Toraja Utara telah melayangkan surat ke Direktur RS Kr Elim Rantepao untuk dilakukan pemeriksaan medis terhadap korban agar diperoleh Visum Et Repertum.

Untuk diketahui, sesuai pengaduan pihak keluarga korban, peristiwa pengeroyokan terjadi pukul 14.30 WITA (16/6). Saksi yang diajukan, Atto dan Yomi. “Saya ditelepon oleh saksi atas nama Atto bahwa kakak saya yang bernama Arnold Hutasoit dikeroyok oleh oknum anggota Polri Polsek Rantepao,” demikian keterangan Roland yang tertera dalam laporan ke Provos.

Di Provos, HS diduga melakukan penganiayaan terhadap Arnold Hutasoit. Oknum Polri yang bertugas selaku Bhabinkamtibmas Polsek Rantepao ini, diketahui berpangkat Briptu dengan NRP 95010065. Jika terbukti nantinya ada penyimpangan prosedur dalam penugasan dan pelanggaran disiplin, HS dapat dijerat pasal 3 huruf (i), pasal 4 huruf (a), dan pasal 5 huruf (a) PP Nomor 2 tahun 2093 tentang Peraturan Disiplin Anggota Polri.

Dikonfirmasi via WA, Kapolres Toraja Utara AKBP Yudha Wirajati Kusuma, mengatakan, pihaknya akan telusuri dulu kronologisnya. Karena, menurutnya, informasi sementara yang ia dengar dari Polsek Rantepao, tindakan itu bukan pemukulan atau pengeroyokan. 

“Slmt sore pak, sy coba telusuri kronologisnya dl. Info yg sy dengar sementara tdk pemukulan/ pengeroyokan berdasarkan keterangan dr Kapolsek Rantepao,” kata Yudha dalam pesan WA-nya.

Tak lama berselang, Kapolres kembali mengirim pesan, yang pada intinya mengatakan, peristiwa itu terjadi dipicu korban dalam keadaan mabuk. “Informasi itu tidak benar, personel polsek niat unt mengamankan sdr ARNOLD HUTASOIT krn tindakan ybs membahayakan pengguna jalan lainnya setelah meninggalkan halaman polsek. Kondisi ybs sdg kondisi mabuk,” kilahnya. (red)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini