by

BRI Cabang Rantepao dan Asuransi Bringin Jiwa Sejahtera, Terlantarkan Nasabahnya

TORAJA UTARA, AIRTERKINI.COM – Bank Rakyat Indonesia (BRI) adalah salah satu bank pemerintah, atau bagian dari BUMN (Badan Usaha Milik Negara) dengan fungsi pelayanan di bidang perbankan. BRI memiliki nasabah baik yang menyimpan dananya maupun yang mengambil kredit. 

Khusus dalam soal kredit, BRI memiliki syarat pengajuan bagi setiap debitur yang ingin bermohon kredit. Salah satu syaratnya adalah adanya asuransi jiwa guna menghindari resiko yang mungkin terjadi di kemudian hari. Seperti jika debitur meninggal dunia.

Resikonya, akan menyisakan utang pinjaman yang harus dibayarkan dalam suatu perikatan uang utang-piutang. Seperti yang dialami nasabah atas nama Sattu, seorang bidan PNS yang kini telah meninggal dunia. Almarhumah adalah seorang nasabah BRI Cabang Rantepao dan Asuransi Bringin Jiwa Sejahtera.

Dua institusi ini dinilai telah menelantarkan nasabahnya. Hal ini terungkap setelah keluarga Sattu mengajukan klaim kepada pihak Asuransi Bringin Jiwa Sejahtera lewat BRI Cabang Rantepao, 15 Januari 2020. Hingga berita ini naik tayang, belum ada itikat baik kedua institusi tersebut merealisasikan klaim dimaksud.

BACA JUGA : Kasus Pengeroyokan Atas Arnol Hutasoit Berbuntut Aksi Demo di Mapolres Torut

Akibatnya, SK PNS Almarhumah Sattu masih tertahan di Bank BRI Cabang Rantepao. Pihak bank beralasan, Asuransi Bringin Jiwa belum merealisasikan klaim Sattu. Diketahui, mantan Bikor Puskesmas Mengkendek ini dipanggil Tuhan enam bulan lalu.

Sattu meninggalkan sepasang anak, Intan dan Nuel, dengan seorang suami bernama Tony. Sang suami sudah sering bolak-balik ke kantor BRI Cabang Rantepao namun tak membuahkan hasil. 

Jurnalis Airterkini, Gista saat mengkonfirmasi dan meminta penjelasan atas masalah yang dialami TONY kepada pihak Manajemen BRI Cab. Rantepao. (dok.step)

“Setiap saya datang di BRI akses saya sangat dibatasi. Saya hanya diterima oleh seorang karyawan BRI,” kata Tony, saat mendatangi Kantor Redaksi Airterkini, di Se’pon, Makale, Senin (22/6).

Ironisnya, tambah Tony, saat dikonfirmasi, karyawan BRI Cabang Rantepao mengeluarkan bahasa yang menyinggung perasaan Tony. “Masak saya dibilangin tenang saja pak, ini belum seberapa, nasabah lain saja kadang sampai satu tahun baru keluar klaimnya,” ungkap Tony.

Atas kejadian ini, awak media ini berusaha menemui Kepala Cabang BRI Rantepao, namun yang bersangkutan terus menghindar. Tak kehabisan akal, Gista, sang jurnalis, terus menerobos hingga ke dalam dan menemui karyawan lainnya yang langsung mengurus soal klaim asuransi.

TONTON VIDEO : Aksi Damai Aliansi Masyarakat Torut Terkait Pemukulan Arnol Hutasoit

Berapa menit kemudian, Gista akhirnya diberi ruang untuk mengkonfirmasi masalah tersebut. Sarce, salah satu staf BRI yang ditemui, karena tak menguasai persoalan berdasarkan pertanyaan yang diajukan, akhirnya menggiring lagi awak media ini ke lantai dua. Di tempat ini, Gista dipertemukan lagi dengan seorang karyawan BRI setempat. Namun lagi-lagi buntu, karena staf BRI tersebut berkali-kali menghubungi pihak Asuransi Bringin Jiwa Sejahtera lewat telepon kantor namun tak ada jawaban. 

“Sudah lihat dan dengar ya, telponnya masuk tapi tidak diangkat-angkat,” kata salah satu karyawan BRI Rantepao. Atas respon tak jelas ditunjukkan BRI Cabang Rantepao dan Asuransi Bringin Jiwa Sejahtera ini, maka sudah seyogyanya masyarakat agar selektif dalam memilih bank dan asuransi dimana mereka ingin menjadi nasabah. (gis/stef)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini