by

Ketua KPK Firli Bahuri, Mengaku Tak Bangga Tangkap Gubernur dan Bupati

JAKARTA, AIRTERKINI.COM – Ketua KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) Firli Bahuri meminta para kepala daerah untuk tidak lagi mencoba-coba korupsi. KPK, tegas dia, tak bangga menangkap para gubernur dan bupati.

Firli menyampaikan hal ini dalam acara diskusi interaktif dengan Gubernur se-Indonesia yang digelar secara online, Rabu kemarin (24/6). Ketua lembaga antirasuah ini awalnya mengungkap 1.152 orang yang sudah ditetapkan tersangka kasus korupsi.

Dari para tersangka tersebut, jumlah terbanyak berasal dari pihak swasta, yakni 297 orang. Disusul anggota legislatif sebanyak 257 orang, dan pejabat eselon I, II, III, dan IV sebanyak 225 orang. Kemudian, ada 21 orang gubernur dan 119 bupati/wakil bupati dan walikota/wakil walikota yang terjerat korupsi dalam kurun waktu tersebut.

BACA JUGA : Ketua Umum IWO: Bansos Tidak Boleh Ada yang Tidak Valid

“Jangan bertambah lagi, karena mohon maaf pak, kami tidak bangga menangkap gubernur dan bupati, itu sedih kita Pak,” pinta Firli.

Dalam rapat itu juga, jenderal polisi bintang tiga ini berpesan jangan ada lagi uang ‘ketok palu’ dalam rangka pengesahan APBD.

Firli menceritakan pengalamannya saat masih menjabat Deputi Penindakan KPK. Saat itu, dia bersama pimpinan KPK mengunjungi suatu daerah. Di sana, mereka mengingatkan agar tidak ada lagi uang ketok palu. Namun imbauan itu dihiraukan.

“Setelah tiga hari, kemudian yang punya palu menyampaikan kepada badan-badan eksekutif ini mengatakan ‘jangan ini nggak boleh kemarin KPK datang ke sini’. Apa jawabannya? Dia bilang ‘itu kan kemarin pak orang KPK sudah pulang’,” ungkap Firli.

Selain ketok palu, potensi korupsi juga terjadi pada pemberian izin usaha tambang, fee proyek atau mark-up proyek. Selain itu, praktik tercela itu juga bisa terjadi pada reformasi birokrasi. Khususnya mutasi atau rotasi rekrutmen pegawai.

Firli menegaskan, komisinya akan terus melakukan pendekatan dengan berbagai unsur guna mencegah terjadinya praktik rasuah. “Kita bisa mempengaruhi mind set dan culture set supaya tidak ingin melakukan korupsi,” tutur dia. (*/red)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini