by

FORMAT Kembali Unjuk Rasa, Minta Kasus Hutan Mapongka dan SIAK di Tator Dituntaskan

TANA TORAJA, AIRTERKINI.COM – Forum Mahasiswa Toraja (FORMAT) kembali menggelar unjuk rasa di depan kantor Kejaksaan Tinggi Sulsel, di Makassar, Senin, 6 Juli 2020. Informasi adanya demo ini didapat dari pihak FORMAT lewat rilis yang disampaikan kepada Airterkini, Senin kemarin.

Aksi tersebut, menurut FORMAT, untuk mendukung Kejaksaan dalam mengusut tuntas kasus penyerobotan dan pengrusakan kawasan Hutan Mapongka di Kecamatan Mengkendek , Tana Toraja.

Dalam rilisnya, FORMAT meminta Kejaksaan menangkap dan mengadili mafia tanah di balik terbitnya sertifikat di atas tanah kawasan hutan. 

“Kami juga menduga ada keterlibatan Pejabat Tinggi Toraja dalam pengalihfungsian kawasan hutan ini. Oleh karena itu kami meminta kejaksaan untuk tidak main-main dalam mengusut kasus ini. Ini juga menjadi momentum kejaksaan untuk membongkar adanya dugaan banyaknya pengalihfungsian aset daerah/tanah negara menjadi kepemilikan pribadi di kabupaten Tana Toraja,” tegas Heriadi, Ketua FORMAT.

Diketahui, kawasan hutan Mapongka adalah kawasan hutan lindung yang berada di kecamatan Mengkendek. Jaraknya dekat dari lokasi Bandara Buntu Kunik yang tidak lama lagi diresmikan Presiden Jokowi.

Hutan Mapongka ditetapkan sebagai kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) berdasarkan SK Menteri Kehutanan Nomor 433/Kpts￾II/1993. Sedang penerbitan sertifikat dimulai pada 2011. Ini berarti sertifikat hak milik diterbitkan setelah Hutan Mapongka ditetapkan sebagai kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT).

Sedikitnya ada 70 persil sertifikat yang diduga dikeluarkan BPN di sekitar areal Hutan Mapongka dan 36 persil sertifikat dipastikan masuk dalam kawasan hutan yang dalam hal ini telah melanggar hukum.

FORMAT juga mendesak Kejaksaan mengusut tuntas kasus Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) di Disdukcapil yang ditangani oleh Kejari Tana Toraja yang hilang bak ditelan bumi.

“Kami menduga dan mencium ada aroma main mata antara Kejari dan yang diduga terlibat dalam kasus ini dimana kita ketahui bahwa kasus ini mulai bergulir di kejaksaan sejak 2017, bahkan sudah ada ratusan orang yang diperiksa tapi belum ada satupun orang yang ditetapkan sebagai tersangka,” beber Heriadi.

Pihak Kejati Sulsel, menurut FORMAT dalam rilisnya,  menyampaikan bahwa dalam kasus SIAK ini masih ada dua saksi yang akan diperiksa. “Juga satu ahli akan didatangkan untuk memeriksa saksi, selanjutnya akan menaikkan status penyidikan menjadi tersangka,” tegas Idil, Kasi Penerangan Hukum Kejati Sulsel. (gis)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini