by

Hadirnya Alfamidi Di Tana Toraja, Perizinannya Diduga Dimanipulasi

TANA TORAJA, AIRTERKINI.COM – Penolakan pemerintah daerah, aktivis, mahasiswa dan masyarakat Tana Toraja atas hadirnya Alfamidi, Indomaret dan sejenisnya selama ini, akhirnya dinyatakan gugur setelah pemerintah daerah, dalam hal ini pemerintahan Nicodemus Birangkanae dan Victor Datuan Batara (NIVI), mengizinkan Alfamidi dibuka di Tana Toraja.

Hanya saja, kehadiran bisnis jaringan retail kelas mini market di area Bandara Buntu Kunik (BBK) atau Bandara Toraja, Mengkendek, diduga bermasalah. Problemnya, terkait dugaan pemalsuan dokumen perizinan yang konon menyeret oknum ASN di OPD Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Tana Toraja. Isu ini menyeruak dan terungkap saat ramai diperbincangkan di kalangan legislator dan masyarakat setempat. 

Dikonfirmasi di kantornya Rabu (8/7), Kadis PMPTSP Yurinus Tangkelangi’ terkesan tertutup dan lempar tanggungjawab kepada bawahannya yakni kepala bidangnya. “Kepala bidang belum masuk kerja. Lewat dia saja. Biar datanya lengkap. Kalau saya tidak kuasai,” kata Yurinus Tangkelangi’

Hari berikut, kru Airterkini kembali menyambangi kantor DPMPTSP dan bertemu Yurinus. Namun lagi-lagi ia berdalil Kabid Perizinan belum masuk kerja. “Kepala bidang belum masuk, besok saja. Kepala bidang lebih kuasai daripada saya. Biar datanya lengkap,” ujar Yurinus.

BACA JUGA : Dalam Tiga Hari, 32 Orang Dinyatakan Positif Covid-19, Ini Tantangan Berat Pemda Tator

Tak kehabisan akal, Jumat kemarin (10/7), awak media ini terus memata-matai kedatangan Kabid Perizinan dimaksud. Alhasil, Sang Kabid berhasil ditemui. Tak dinyana, Andarias Lebang, kabid tersebut, juga lempar tanggungjawab. Ia sedikit menolak dikonfirmasi dengan meminta kadis harus hadir. 

TONTON VIDEO : Penista agama islam di Makassar sampai buang / robek alquran di amankan polda sulsel

Andarias pun menelepon pimpinannya yakni Yurinus dengan menyampaikan tentang kedatangan Airterkini. Dari pembicaraan keduanya diperoleh informasi kalau sang kadis sedang di acara duka di Sangalla’. Merasa terdesak dengan pertanyaan yang dilontarkan, Andarias akhirnya buka suara.

Menurut dia, dirinya sebenarnya tidak dapat menerima cara Yurinus sebagai atasan dengan menunjuknya lebih kompoten menjelaskan keluarnya izin Alfamidi tersebut. Apalagi tidak ada pemberitahuan atau koordinasi sebelumnya dari Yurinus.

“Saya tidak terima kalau kelakuan kepala dinas begini. Masak saya lebih tau daripada kepala dinas. Itu tidak benar, jangan saling lempar tanggungjawab dong. Saya berani menjelaskan asal saya didampingi. Saya kan bawahannya Pak Yurinus. Tentu dia lebih berkompeten,” Andarias.

Mantan Staf Dinas Pendidikan Toraja Utara ini, lebih jauh menuturkan, pihaknya juga memang pernah dipanggil DPRD Tator soal bangunan Alfamidi yang sedang dikerja di Mengkendek itu. “Kalau tidak salah dua minggu lalu kami dipanggil DPRD. Pekerjaan Alfamidi untuk sementara disuruh distop kan,” kilanya.

Diketahui, Alfamidi harus berbadan usaha, PT atau CV. Syarat lain, menurut data www.storania.com, memiliki lokasi tempat usaha dengan luas minimal 400 m2 (di luar gudang dan tempat tinggal karyawan) dengan total keseluruhan lahan sekitar 400-500 m2. Kemudian memiliki izin tetangga, izin domisili usaha, UUG/HO, SITU, IMB, SIUP, TDP, NPWP dan NPPKP, STPUW. Nilai investasinya minimal 1,2 – 1,5 M. (gis/stef)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini