by

Soal Izin Alfamidi di Tana Toraja, Ini Kata Sekda Samuel Tande Bura

TANA TORAJA, AIRTERKINI.COM – Soal perizinan Alfamidi di Tana Toraja, terus menjadi issu menarik kalangan elit di Toraja. Mau tak mau, sesuai kewenangannya sebagaimana diatur dalam pasal 213 ayat (2) Undang-Undang No. 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan pasal 19 ayat (1) huruf c Undang-Undang No. 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), Sekda Samuel Tande Bura pun angkat bicara soal ini.

Menurut orang nomor satu di lingkup ASN Pemda Tator ini, izin prinsip yang dikeluarkan itu belum final. “Artinya masih harus memenuhi lagi beberapa persyaratan teknis dari beberapa OPD terkait. Misalnya saran dan masukan dari Lingkungan Hidup, Dinas PUPR, PRKP dan Satpol PP,” kata Samuel Tande Bura kepada Airterkini, di ruang kerjanya, di Kantor Bupati Tator, Makale, Jumat (24/7). 

Mantan Sekda Paniai Papua ini, lebih jauh menjelaskan, ada tiga hal penting yang harus dipertimbangkan dalam hal izin operasional Alfamidi di Tator, yakni persyaratan administrasi dari tiap OPD terkait, persyaratan teknis, dan persyaratan sosial. Maksud dari persyaratan sosial ini apakah dampak sosial bagi masyarakat,” terang Samuel. Namun, selaku pengambil kebijakan tertinggi, Bupatilah yang menentukan hadirnya investasi di daerah. 

“Biar izinnya lengkap semua kalau bupati bilang tunda dulu, ya harus ditunda. Ataukah bupati katakan dua saja Alfamidi di Tana Toraja, itu sudah,” ucap Samuel. Dinas Penanaman Modal dan PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu), tambahnya, sebagai pemberi laporan administrasi kepada bupati. “Kalau PTSP meramu dia olah kalau sudah lengkap administrasi dari instansi terkait, barulah dia lapor ke pak bupati apa bisa atau tidak,” timpal Samuel. (gis)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini