by

Demo AMTM Gugat PT Malea, Sandera Anggota Dewan Tator dan Site Manager

Suasana Demonstrasi di depan Gedung DPRD Tana Toraja. (dok.gis)

TANA TORAJA, AIRTERKINI.COM – Keberadaan PT Malea Energy di Tana Toraja tampaknya terus mendapat rongrongan dari masyarakat lokal secara silih berganti. Kali ini, yang bergerak menggugqat berasal dari komunitas Aliansi Masyarakat Toraja Menggugat (AMTM) Menggugat. Mereka menggelar demo, Senin, 27 Juli 2020.

Dari aksi unjuk rasa (unras), sejumlah anggota DPRD Tana Toraja dan Site Manager PT Malea, Muhammad Syakur, pun tersandera. Penyanderaan dilakukan pukul 16.00 hingga 17.00 WITA. Beruntung, puluhan personil Polres Tator dipimpin Kapolres AKBP Gregorius Liliek Tribhawono Iryanto, berhasil mengatasi keadaan setelah diadakan negosiasi pihak demonstran dengan kepolisian.

Untuk meloloskan diri, Muhammad Syakur keluar dari Gedung DPRD Tator lewat pintu belakang dengan pengawalan ketat anggota Buser Polres Tator dipimpin Kanit Buser, Iskandar. Sementara Legislator hanya keluar satu-persatu dari ruang belakang pintu DPRD, termasuk Yan Gonggong dari Fraksi Perindo. 

Awalnya, para pendemo menduduki Gedung DPRD berlangsung panas. Terjadi perdebatan diantara mereka dengan anggota Dewan saat nama Site Manager Malea, Muhammad Syakur, disebut-sebut. “Mana Syakur, mana Syakur, hadirkan. Hadirkan juga Kapolres dengan dinas terkait,” teriak para pendemo.

Berapa jam kemudian para legislator yang menerima aspirasi, berhasil mendatangkan Kapolres Tator serta Site Manajer PT. Malea. “Kalau Disnaker, Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Kebudayaan kami sudah hubungi tapi HP mereka tidak aktif,” kata Wakil Ketua DPRD Tator,  Yohanis Lintin, dari Fraksi PDI-P.

Para pengunjuk rasa memprotes sikap dan perlakuan anggota Dewan yang tiba-tiba meninggalkan mereka. Melihat ini, para pendemo lalu menutup dan menggembok pintu jalan masuk Gedung DPRD. (gis)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini