by

Perselisihan Batas Tanah, Rony Rumengan Akhirnya Surati Lurah Malango’ Untuk Dimediasi

TORAJA UTARA, AIRTERKINI.COM. Sebelum menempuh jalur hukum atas tanahnya yang diserobot, Drs Rony Rumengan yang juga Ketua Yayasan Peduli Tondok Toraya, seperti diberitakan sebelumnya, ternyata telah melayangkan surat kepada Lurah Malango’ Joni Paembonan.

Dalam suratnya tanggal 24 Juli 2020, Rony meminta Lurah Malango untuk menfasilitasi dengan memediasi para pihak, yakni antara dirinya dengan Dallang dan Hj Sofi terkait perselisihan batas tanah yang terletak di Jl Mappanyukki (dulu, Jl Pahlawan), Kelurahan Malango’, Rantepao. 

Objek lahan tersebut berada diantara (diapit) Apotik Azhar (sebelah selatan) dan rumah Hj Sofi (sebelah utara). Tanah seluas 102 m2 (6m x 17m) tersebut bersertifikat hak milik dengan nomor sertifikat 927 atas nama Rony Rumengan. Namun hal ini seolah tidak digubris Dallang dan Hj Sofi.

Ironisnya, dengan diinisiasi Lurah Malango’, pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) Toraja Utara pernah malakukan pengukuran tanpa kehadiran Rony Rumengan. Pengukuran, kata Lurah Joni Paembonan, hanya untuk mengetahui luas lahan yang menjadi sengketa, bukan untuk pembuatan sertifikat.

Pasca pengukuran, Dallang lalu memindahkan batas tanah milik Rony. Dallang dan Hj Sofi, menurut Rony dalam suratnya, telah melakukan penyerobotan atas tanahnya dengan cara memasang tembok permanen di belakang bangunan miliknya.

Tanah yang diserobot ukurannya sekitar 12 meter. Selain itu, atap rumah Hj Sofi di samping masuk melewati batas tanah Rony sekitar 1 meter. Pihaknya, kata jurnalis senior ini, telah beberapa kali menemui Dallang-Hj Sofi untuk membahas masalah tersebut namun tidak diindahkan.

Karena tidak ada penyelesaian, Rony bermohon ke BPN Torut untuk mengembalikan batas tanah sesuai yang tertera dalam sertifikat. Pegawai BPN yang turun, menggunakan cat merah pada dinding bangunan Hj Sofi dan Apotik Azhar sebagai tanda batas tanah. 

Rony juga keberatan atas bangunan kamar mandinya yang telah dirusak dan dibongkar. Akibat perbuatan keduanya, Dallang dan Hj Sofi, Rony merasa telah dirugikan secara materil dan moril. Kasus ini juga, katanya, sudah pernah dilaporkan ke Polres Tana Toraja namun tidak diproses hingga sekarang. 

Karena itu, jika masalah tersebut tidak dapat diselesaikan secara musyawarah mufakat, pihaknya, tambah Rony, baru akan menempuh upaya hukum dengan melaporkan Dallang dan Hj Sofi ke Polres Toraja Utara. Bahkan bukan mustahil, tambah Rony, ada pihak lain atau oknum tertentu turut dilaporkan. (red)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini