by

Datangi Kejari Tator, FORMAT Pertanyatakan Kasus Mapongka, Buntu Kurin dan Dana SIAK

TANA TORAJA, AIRTERKINI.COM – Tujuh orang mahasiswa  mengatasnamakan aktivis FORMAT (Forum Mahasiswa Toraja), mendatangi kantor Kejaksaan Negeri Tana Toraja di Makale, Senin, 3 Agustus 2020.

Kedatangan mereka untuk mempertanyakan perkembangan penanganan kasus dugaan penyerobotan kawasan hutan Mapongka, Buntu Kurin, dan aliran dana program Sistem Informasi dan Administrasi Kependudukan (SIAK) yang sementara berjalan.

Saat tiba di kantor Kejari, para aktivis FORMAT disambut Ketua Tim Penyidik Alfian Bombing SH, MH dari Kejati Sulsel serta seorang jaksa setempat. 

Perbincangan antar perwakilan FORMAT dengan Alfian Bombing awalnya adem, namun saat masuk pembahasan dugaan fiktif aliran dana SIAK berubah jadi sengit. 

Pihak FORMAT tampaknya tidak puas dengan penjelasan seorang dari jaksa perwakilan Kejari setempat, hingga bubar. Seorang dari aktivis, sebelum bubar, mengingatkan, pihaknya akan kembali demo jika kasus-kasus tersebut belum juga ada titik terang hingga tuntas.

Diketahui, Tim Penyidik Kejati Sulsel beranggotakan 9 orang. Mereka bertugas memeriksa atau mengambil keterangan sejumlah saksi terkait dugaan penyerobotan hutan Mapongka dan Buntu Kuring. “Kurang lebih 50 saksi yang kami akan periksa. Khusus hari ini sekitar 10 orang,” ujar Alfian.

Terpantau, pemeriksaan berlangsung sekitar pukul 10.00 WITA. Turut terperiksa, mantan Camat Mengkendek, Kepala  Lembang Buntu Tangti, dan Kepala Lembang Marinding. (gis)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini