by

Johanis Amping Situru’ Diperiksa Kejati Sulsel Terkait Mapongka

TANA TORAJA, AIRTERKINI.COM – Mantan Bupati Tana Toraja dua periode, 2001 sampai 2010, Johanis Amping Situru’ ikut terperiksa oleh Kejati Sulsel terkait penerbitan sertifikat hutan Mapongka. Amping diperiksa sekitar pukul 10.00-13.00 Wita di Kejari Tana Toraja, Rabu, 5 Agustus 2020.

Dalam penyidikan kasus Mapongka, Johanis Amping Situru’ dipanggil sebagai saksi. “Saya dipanggil sebagai bupati saat itu,” kata Mantan Kepala Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Selatan ini, kepada Airterkini.com, setelah diperiksa Kejati Sulsel.

Saat menjabat Bupati Tator, Amping Situru’ pernah menginstruksikan bahkan bersurat kepada Badan Pertanahan Nasional (BPN) Tana Toraja agar tidak menerbitkan sertifikat. Instruksi itu dilakukan mengingat kawasan hutan Mapongka adalah milik kehutanan atau tanah negara.

“Saat itu, saya pernah perintahkan dua kali ke BPN. Pada tahun 2005 dan 2007, agar jangan coba-coba menerbitkan sertifikat di kawasan Mapongka karena itu milik kehutanan,” ungkap Amping.

Demi masa depan Tana Toraja, khususnya  kawasan Mapongka, Amping Situru’ tegaskan kasus hutan Mapongka harus dikupas tuntas. “Jangan cuma membatalkan sertifikat. Yang memohon sertifikat, yang mengeluarkan sertifikat dan yang sudah membangun di atasnya juga dituntaskan. Ini penyakit kronis,” ujar Amping.

Ditanya, issu yang beredar soal kepemilikan lahan Amping Situru’ seluas 2 (dua) hektar, ia membantah. “Tidak ada itu, kalau ada tanah saya di kawasan Mapongka, ambil,” tegas Amping.

Sementara Ketua Tim Penanganan kasus Mapongka, Alfian Bombing, SH. MH, menyatakan, pekan ini penyidik Kejati akan meninjau kawasan Mapongka. Pemeriksaan saksi kasus Mapongka, kata Alfian, sebenarnya dilakukan di Kejati Sulsel. 

Namun karena Covid-19, akhirnya dilakukan di Kejari Tana Toraja. “Laporannya di Kejati, harusnya pemeriksaan saksi di Kejati. Karena Covid-19, makanya dilakukan di sini (red, Kejari Tator),” pungkasnya. (gis)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini