by

Kejati Sulsel Patok Lokasi Penyalahgunaan Aset Daerah di Mapongka

TANA TORAJA, AIRTERKINI.COM – Usai memeriksa sejumlah saksi atas lahan yang disertifikatkan, Kejati Sulsel akhirnya  melakukan pematokan di kawasan hutan Mapongka. Pematokan ini dilakukan lantaran pemegang sertifikat tersebut dinilai melakukan penyalahgunaan aset negara.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan dan poting dari Balai Pemantapan Kawasan Hutan, kami lakukan penindakan atas pemilik Sertifikat di kawasan Mapongka,” kata Ketua Tim Penanganan Kasus Kawasan Mapongka, Alfian Bombing SH, MH, kepada Airterkini.com, di lokasi pematokan lahan di Mapongka, Kamis (6/8).

Dari hasil pemeriksaan saksi tersebut, terungkap 49 sertifikat yang harus disita Kejati Sulsel. “Ada 49 sertifikat tanah di Mapongka yang termasuk sitaan. Sudah ada yang mengembalikan 13 sertifikat secara sukarela,” ungkap Alfian.

Dari pantauan Airterkini.com di TKP, terdapat sejumlah pegawai BPN (Badan Pertanahan Negara) Tana Toraja yang memiliki sertifikat tanah di kawasan Mapongka.

“Teman-teman lihat sendiri tadi, ada sejumlah pegawai BPN yang memiliki sertifikat di kawasan Mapongka,” sebut Alfian. Selain itu, pemilik sertifikat terbanyak di kawasan Mapongka adalah Frans Sosang berjumlah 8 (delapan) sertifikat.

Sementara, Filter Lande’, salah satu pemilik Sertifikat di kawasan Mapongka berencana akan melakukan perlawanan hukum atas  status sertifikatnya sebagai objek sitaan.

Diketahui, pematokan lahan dilakukan sekitar pukul 11.00-18.00 Wita. Turut hadir menyaksikan, pihak BPN Tana Toraja, Polisi Kehutanan, Dinas lingkungan hidup, dinas kehutanan, dan sejumlah pendamping dari kejari Makale. (gis)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini