by

Disinyalir, Sertifikat Penyalagunaan Wewenang Di Kawasan Mapongka Masih Ada Yang Belum Terlacak

AIRTERKINI.com – Meski penyidik dari kejaksaan tinggi (Kejati) Sulsel dinyatakan berhasil menyita sejumlah sertifikat tanah yang diduga bermasalah di Mapongka, namun hal tersebut belum dinyatakan tuntas karena disinyalir masih ada sejumlah tanah bertifikat disekitarnya belum terlacak.

“Hari ini kegiatan kita adalah pemasangan papan tanda penyitaan lahan bersertifikat yang bermasalah. Jika masih ada – jika masih ada yaaa tentu proses akan tetap berjalan. ” kata ketua penyidik Kejati Sulsel penaganan khasus kawasan Mapongka, Alfian Bombing, SH. MH kepada airterkini.com dilokasi penyitaan,(7/8).

Berdasarkan hasil penelusuran Airterkini dilokasi lahan yang eksekusi, terdapat informasi menarik dari laporan masyarakat setempat menyatakan bahwa masih ada sejumlah tanah bersertifikat yang belum terlacak.

” Disitu masih ada tanah pejabat tinggi yang belum terlacak. Pake atas nama anaknya tapi sudah dijual. Selain itu masih ada sertifikat tanah milik salah seorang camat dan sertifikat salah seorang anggota DPRD Tana Toraja dari fraksi Gerindra.” Ungkap salah-seorang warga di Mapongka yang enggang namanya disebutkan.

Dalam eksekusi tanah tersebut, dihadirkan pula salah satu pemilik tanah atas nama Fiter Lande’.

Namun kehadiran Filter Lande’ itu membuat sejumlah wartawan kaget saat meliput di lokasi penyitaan karena sang pemilik tanah ini membawa sebuah senjata berupa parang Toraja berukuran panjang. Tepatnya di posisi pinggang samping kiri Fiter Lande’.

Meski eksekusi berjalan lancar namun, penjagaan dari kepolisian dan Gakkum cukup diperketat. Mereka dilengkapi dengan senjata Laras panjang.

Turut hadir dan menyaksikan eksekusi lahan bersertifikat tersebut yakni pihak BPN, PKH Saddang I , dan sejumlah jaksa dari kejati Makale.(gis)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini