by

BOS Afirmasi-Kinerja Di Torut Diduga Bermasalah, Terkait Pengadaan Tablet Di Sekolah

TORAJA UTARA, AIRTERKINI.COM – Lagi, masalah timbul di Dinas Pendidikan (Disdik) Toraja Utara, terkait pengelolaan BOS Afirmasi dan Kinerja 2019. Pasalnya, pengadaan salah satu komponen dari fasilitas akses rumah belajar yakni tablet di era P Tangkedatu menjabat Plt Kadisdik ini, diduga tidak sesuai dengan yang dipesan pihak sekolah. 

Umumnya, sekolah penerima BOS Afirmasi-Kinerja di Torut memesan produk tablet bermerek Samsung Galaxy, tapi yang datang merek lain, yaitu Evercoss. Alasan pihak penyedia, stok untuk Samsung Galaxy habis. Sesuai Juknis, pemesanan dilakukan lewat SIPLah (Sistem Informasi Pengadaan di Sekolah). Merek Evercoss yang diterima pihak sekolah tipe U70B.

Terpantau, ada 36 sekolah dari 112 penerima BOS Afirmasi-Kinerja, SD dan SMP, menerima tablet Evercoss U70B tersebut. Airterkini.com melakukan penelusuran di lapangan dengan menghubungi beberapa kepala sekolah, dan melihat langsung produk tablet dimaksud serta dokumen pengadaannya.

Alhasil, ditemukan harga dari tablet Evercoss itu tidak sama alias tidak seragam. Semisal, di SDN 9 Tikala harganya Rp1.576.035,00, sedang di SDN 3 Nanggala harganya sebesar Rp1.817.273,00. Produk ini juga menyalahi spek, sebagaimana diatur dalam Juknis BOS Afirmasi dan BOS Kinerja.

Pada Lampiran Permendikbud RI No. 31 tahun 2019 tentang Juknis tersebut, diatur mengenai spesifikasi komponen perangkat tablet. Salah satunya menyangkut kamera tablet yang seharusnya minimal 5.0 MP. Sementara Evercoss yang diterima pihak sekolah hanya memiliki front camera 2 MP. Ini belum termasuk kualitas produk yang tentu saja berbeda dengan Samsung Galaxy.

Yang menarik potongan PPN 10% , tidak ditemukan faktur pajak dalam dokumen pengadaannya. PPN ini included atau sudah termasuk dalam total tagihan ke sekolah. Maksudnya, penyedialah yang menyetor pajak tersebut dengan meminta NPWP pihak sekolah. Namun, beberapa dari Kepsek mengaku tidak pernah dimintai NPWP. 

Hal lain, dari ke-36 sekolah penerima BOS Afirmasi-Kinerja, tidak ditemukan perjanjian kontrak semacam SPK (Surat Perintah Kerja) antara sekolah dan pihak penyedia. Penyedia dalam hal ini PT Quantum Penarik. Alamat penyedia juga  tidak jelas di daerah mana. Hanya tertulis Ruko Urbara Place Blok B No.12, Jl Merpati Raya, Kec. Sawah Baru. 

Menurut sumber yang layak dipercaya, hadirnya penyedia tersebut di Torut diduga dibekingi oknum di Dinas Pendidikan setempat. Yakni, seorang staf berinisial JP. Modusnya dengan memesankan tablet pihak sekolah secara klik di SIPLah. Pihak sekolah juga karena merasa cara tersebut baru dan asing, meminta bantuan. “Ini kan baru, kami tidak tahu caranya. Makanya kami minta bantuan orang dinas,” kata Obet Dian Turu’padang, Kepsek SDN 3 Nanggala.

Dugaan keterlibatan oknum Disdik tersebut, tentu tidak sendiri. Bisa tegak lurus, dengan atasan. Juga bisa menyamping, dengan kawan di level bawah. Awak media ini masih menelusuri lebih jauh. Hanya saja, berdasarkan informasi yang dihimpun, JP sejauh ini tampaknya bebas hambatan. Bahkan seolah ada pembiaran dari pimpinannya. (red)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini