by

Pengurus DPC PDI-P Tator Sorot Pemerintah Daerah atas Penyimpangan Pendataan Penerima UMKM

Konsolidasi pengurus DPC PDI-P Tana Toraja. Nampak Albert Patarru’ dan Jhon Diplomasi.

AIRTERKINI.com – Menjelang pemilihan kepala dan wakil kepala daerah, Desember mendatang, berbagai perspektif mulai muncul dikalangan elit politik, khusunya pengurus DPC PDIP perjuangan Tana Toraja.

Dari sudut pandang politik ketua DPC PDI-P Tana Toraja, Yohanis Lintin Paembonan, menyorot sikap pemerintah daerah Tana Toraja atas adanya temuan penyimpangan pendataan bagi penerima bantuan pelaku ekonomi Usaha Mikro, kecil dan Menengah (UMKM).

Temuan ini berdasarkan hasil laporan tim investigasi pengurus DPC PDI-P Tana Toraja.

“Di kecamatan Mengkendek, Rantekalua’ ada temuan penyimpangan pendataan penerima bantuan UMKM dilakukan oleh petugas pendata. Disitu terjadi pengelompokan bahwa siapa dari PDIP tidak didata sebagai penerima bantuan UMKM” kata Yohanis Lintin kepada sejumlah awak media di sekretariat PDI-P, Se’pon Makale, (14/8).

Yohanis Lintin menegaskan, atas dasar temuan tim investigasi di lapangan pihaknya akan mendalami dan menindaklanjuti temuan tersebut.

“Saksi ada, dan kami siap membuktikannya jika diperlukan.” Tegas Yohanis Lintin.

Dikonfirmasi, Koordinator pemberitaan media center satgas Covid-19 Tana Toraja , Daniel Galenta Randanan menyanggah adanya penyimpangan pendataan dilakukan oleh pendamping desa selaku pendata bagi penerima UMKM.

“Pengaduan satgas Covid-19 kan ada. Sampai sekarang informasi atau laporan penyimpangan di lapangan belum ada.” tutur Daniel.

DANIEL GALENTA RANDANAN

Daniel Galenta menegaskan, manamungkin penyimpangan pendataan penerima UMKM terjadi di lapangan sementara yang berhak memvalidasi data penerima bantuan modal adalah kementerian koperasi dan UKM RI.

“Perlu dipahami bahwa penerima bantuan modal UMKM bukan kebijakan pemerintah daerah. Melainkan kebijakan pemerintah pusat. Merekalah yang memvalidasinya. Pada intinya pemerintah daerah hanya mendata saja” jelas Daniel Galenta.

Diketahui, bantuan modal bagi pelaku UMKM itu berupa hibah. Nilainya sebesar 2,4 juta setiap pelaku UMKM. Bantuan modal usaha tersebut langsung dikirim lewat rekening masing-masing pelaku UMKM.(gis)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini