by

Temuan BOS Afirmasi-Kinerja di Torut, YAPITO Minta Diproses Secara Hukum

TORAJA UTARA, AIRTERKINI.COM – Permasalahan yang melanda Dinas Pendidikan Toraja Utara terkait program kegiatan utamanya BOS Afirmasi dan BOS Kinerja 2019, selain DAK Non Pisik 2020, seperti diberitakan sebelumnya, terus menuai sorotan. Sorotan kembali datang dari Ketua YAPITO (Yayasan Peduli Tondok Toraya), Drs Rony Rumengan.

Kepada Airterkini.com, via handphone, Jumat pagi ini (14/8), Rony meminta aparat hukum di Torut agar tanggap dan menindaklanjuti hal tersebut. Pasalnya, ada dugaan penyimpangan atas pengadaan komponen fasilitas akses rumah belajar dari BOS Afirmasi-Kinerja sejenis tablet bermerek Evercoss dengan Tipe U70B yang menurut informasi terindikasi menyalahi spek.

Spesifikasi tersebut diatur dalam Permendikbud RI No. 31 Tahun 2019 tentang Juknis BOS Afirmasi dan BOS Kinerja. “Aparat hukum, entah polisi atau jaksa, sudah harus tanggap dan menindaklanjuti temuan tersebut. Ini kan informasi melalui media. Anggaplah semacam temuan yang diperoleh melalui berita. Saya kira polisi sudah bisa memproses dengan menggunakan laporan polisi model A, sehingga tidak perlu ada pengaduan baru memproses,” jelas Rony. 

Tidak hanya BOS Afirmasi dan BOS Kinerja di Toraja Utara yang harus menjadi perhatian. Di Dinas Pendidikan Tana Toraja pun tidak boleh dibiarkan. Pasalnya, kata jurnalis senior ini, pihaknya juga mengendus aroma kurang sedap di balik pelaksanaan BOS Afirmasi-Kinerja di tahun yang sama. “Kami juga mendapat laporan tentang hal ini. Karena itu teman-teman sementara silent operation melakukan investigasi mendalam. Dan saatnya nanti kalau sudah ready baru kita blow-up,” terang mantan wartawan Suara Pembaruan yang kini bergelut di tambang nikel di Sulawesi Tenggara ini. (red)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini