by

Kurang Peduli, Mantan Atlet Tinju Toraja Kecewa Terhadap Pemda Tator

Candra Tulung Allo

AIRTERKINI.com – Mantan atlet olahraga tinju amatir Toraja Candra Tulung Allo (58) kecewa lantaran pemerintah daerah Tana Toraja dinilai tak peduli lagi dengan kegiatan-kegiatan olahraga, Padahal muda-mudi Toraja memiliki potensi di bidang olahraga tertentu, termasuk olahraga tinju.

Alhasil, Candra tak bisa berbuat banyak dalam mengembangkan olahraga tinjubtersebut. Hal ini ia ungkapkan saat Airterkini menyembangi rumah Candra Tulung Lallo di pasar Makale, (27/8).

Menurut anak pensiunan Kapolres ini, sejak zaman Amping Situru’ menjabat sebagai bupati Tana Toraja hingga saat ini perhatian pemerintah daerah Tana Toraja dinilai sangat kurang dibidang olahraga.

Candra, sebagai mantan juara tinju Sulsel mewakili Tana Toraja pada tahun 1988 prihatin atas keberadaan muda-mudi Toraja sekarang ini yang punya potensi dibidang olahraga masing-masing tak tersalurkan dengan baik karena kurangnya perhatian dari pemerintah.

“Pemuda Toraja punya potensi di bidang olahraga, namun tidak bisa disalurkan dengan baik karena tak ada kepedulian serius dari pemerintah. Makanya muda-mudi sekarang lebih memilih ikut menyaksikan arena pertarungan kerbau. Ini semua memprihatinkan.” Jelas Candra

Sambil memperlihatkan piagam penghargaan di tahun 1988, Candra sedikit menceritakan pengalaman – pengalaman semasa aktif di ring tinju.

Sebelum mendapatkan penghargaan juara tinju amatir Se- Sulawesi Selatan pada 1988, latihan Candra benar-benar tergolong berat dan penuh kedisiplinan yang tinggi. Bayangkan ia berlari dari Rantepao sampai di Makale dengan kedua tangannya mengepal besi seberat 10 kg dibawa terik matahari.

Menjelang kejuaraan, Candra berangkat ke Makassar dengan usaha biaya sendiri. Tiba di Makassar Candra ditempatkan disebuah rumah warga, Diwaktu istirahat, ia tidur dibawa lantai beralaskan triplek dan tikar.

“Bertarung di Ring itu butuh persiapan yang matang. Baik dari segi pola makan, istrahat yang cukup, namun hal itu saya tidak dilakukan karena keterbatasan biaya. Dengan perjuangan pantang menyerah, puji Tuhan saya bisa membawa nama baik Toraja saat itu” ungkap Candra.

Meski Candra disibukkan dengan bisnisnisnya, Candra masih berniat meluangkan waktunya melatih muda – mudi Toraja dibidang ollahraga Tinju jika pemerintah daerah bersedia mendukung nya.

Ia berharap pemerintah daerah lewat KONI dan dinas pemuda dan olahraga Toraja agar benar- benar serius dalam menjalankan tugas pokoknya.(gis)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini