by

64 M Defisit Keuangan Pemkab Tana Toraja, Ini Salah Satu Penyebabnya

TANA TORAJA, AIRTERKINI.COM – Miris memang, menjelang berakhir masa jabatannya, Nicodemus Biringkanae-Victor Datuan Batara (NIVI) sebagai Bupati dan Wakil Bupati Tana Toraja periode 2015-2020, meninggalkan utang berupa defisit anggaran sebesar Rp64 Miliar.

Hal ini terungkap ketika digelar Rapat Badan Anggaran (BANGGAR) DPRD dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Tana Toraja. Selain itu, sebelumnya, masalah tersebut sudah dibahas dalam rapat paripurna pembahasan anggaran.

Defisit anggaran terjadi dalam dua versi. “Utang menurut BPK senilai Rp44.093.285.000, sedangkan utang yang dibacakan pemerintah daerah Rp64.567.835.363,” kata Welem Sambolangi’ dalam pembahasan anggaran, beberapa waktu lalu.

Selisih utang laporan BPK RI dengan laporan pemerintah ini perlu dikaji mendalam. Sementara dari Hasil Rapat Banggar, muncul beban utang paling banyak di Dinas PUPR setempat. Nilainya sebesar 50 M.

Penyebab utang di OPD tersebut, salah satu adalah adanya proyek Konstruksi Dalam Pekerjaan (KDP) senilai Rp20.473.888.078. “KDP ini akan direview pihak Inspektorat. Setelah itu dilaporkan apakah KDP itu benar-benar masuk dalam hitungan utang atau tidak,” jelas Welem.

Proyek KDP yang bakal ditelusuri termasuk Objek Wisata Tampang Allo¬† Sangalla’ senilai Rp2 M dan Pekerjaan Proyek pembangunan Lekke – Buangin kecamatan Simbuang senilai Rp12 M.

Anehnya, dalam pembahasan anggaran, muncul debat kusir antar Anggota Banggar. Pasalnya, terungkap, proyek pembangunan jalan Lekke Simbuang itu sudah dibayarkan 80 persen. Padahal pekerjaan proyek tersebut baru 20 persen. (gis)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini