by

Penanganan Kasus Dugaan Korupsi Pemda Tator Di Polda Sulsel Mandek

TANA TORAJA, AIRTERKINI.COM – Sejumlah kasus dugaan korupsi Pemda Tana Toraja yang dilaporkan ke Polda Sulsel dan ditangani Subdit Tipikor Ditkrimsus, hingga kini belum ada titik terang. Padahal laporannya sudah sejak 2017. 

Penyidik Polda Sulsel telah berulangkali terjun langsung ke Tator dan memanggil serta memintai keterangan 350 ASN (Aparatur Sipil Negara).

Diantara kasus korupsi yang ditangani Subdit Tipikor Ditkrimsus Polda Sulsel itu, yang menonjol adalah Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Baju Seragam Olahraga, Pembangunan Toilet Buntu Burake, dan Pembangunan Air Mancur Kolam Makale. Total anggaran ketiganya mencapai puluhan miliar rupiah dan masih bermasalah. 

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Ibrahim Tompo, ketika dikonfirmasi via WA (WhatsApp) awak media ini, mengatakan, kasus tersebut belum bisa diekspos. “Silahkan dikonfirmasi ke Polres. Utk lidik kasus korupsi tdk bisa di ekspose,” ujarnya, Senin (14/9).

Kasubdit Tipikor Polda Sulsel, Kompol Rosyid Hartanto, juga dikonfirmasi, belum memberi keterangan. Bertubi-tubi dihubungi via WA, hingga berita ini naik tayang, tidak ada jawaban.

Menanggapi hal ini, Sekjen Perkumpulan WASINDO (Pengawas Independen Indonesia) Antonius Ramma, saat dihubungi melalui telepon genggamnya, Selasa malam (15/9), mengatakan, penyidik seharusnya profesional dalam menangani kasus dugaan korupsi seperti yang menyeret Pemda Tator tersebut. “Harus fokus dan tuntas, apalagi jika ditemukan alat bukti yang kuat. Ini agar tidak menjadi tunggakan kasus. Dan orang yang telah diperiksa harus mendapat kejelasan dan status hukum yang pasti,” ucapnya.

Antonius meminta, Polda Sulsel yang kini dipimpin Irjen Pol Merdisyam, mantan Kapolda Sultra, memberi target waktu penuntasan kasus tersebut agar progress atau perkembangan penanganannya dapat dipantau. “Apalagi kasus-kasus itu telah menyita perhatian publik. Profesional dan harus tuntas karena ini uang negara,” tandas Antonius memberi penekanan. 

Untuk diketahui, proyek pengadaan baju olahraga tersebut tidak ditender, tapi dengan penunjukan langsung. Kegiatan ini merupakan program Pemda setempat dan diperuntukkan bagi para pegawai. Hanya saja, menurut info, sebagian dari ASN Pemda Tator ada yang telah mengembalikan baju olahraga itu.

Sementara pembangunan air mancur kolam Makale dianggarkan 2016 dan 2017 dalam dua tahap dengan menggunakan APBD Tator senilai total Rp7 M.

Kemudian pembangunan 3 (tiga) unit toilet di Buntu Burake lewat Dinas Pariwisata Tator tahun anggaran 2017 senilai Rp1,4 M.

Terkini, dugaan korupsi pada Pembangunan Gedung Satu Atap Dinas Dukcapil, Bapenda, dan BPKAD lewat Dinas PRKP Tator tahun anggaran 2019 senilai Rp11,6 M. Proyek tersebut hingga kini mangkrak, padahal pembayarannya sudah 100%. (step)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 comments

Berita Terkini