by

Petugas Kesehatan Covid-19 Keluhkan Insentif Berbulan – Bulan Tak Dibayarkan

KADIS Kesehatan Tana Toraja, dr. Ria Minoltha Tanggo

Pasca sejumlah guru honorer mengeluh karena gaji mereka tertunda tak dibayarkan, kini giliran petugas kesehatan Tana Toraja yang menangani pasien Covid-19 juga mengalami hal yang sama.

Petugas kesehatan tersebut mengeluh lantaran pembayaran insentifnya tak kunjung dibayar selama 5 (lima) bulan berturut – turut yakni, Mei hingga akhir September 2020.

Seperti dilansir dari Tempo, Mentri koordinator bidang politik dan keamanan Makmud Md sebelumnya mengatakan pemerintah resmi memotong birokrasi penyaluran insentif bagi tenaga kesehatan yang menangani pasien Covid-19.

Langkah ini diambil karena lambatnya insentif tersebut diterima oleh tenaga kesehatan di lapangan.

“Selama kami bertugas, baru bulan April dibayarkan hanya Rp 2.000.000. Itupun disuruh kembalikan sebagian dana itu lagi. Tidak jelas alasannya.” kata salah satu petugas kesehatan yang menangani pasien Covid-19, inisial N di rumah sakit lakipadada kepada Airterkini, pekan lalu.

Dikonfirmasi, kepala dinas kesehatan Tana Toraja, dr. Ria Minoltha Tanggo mengakui keterlambatan pembayaran insentif petugas kesehatan. Ia menyebut, insensentif mulai dibayarkan pada Jumat, 2 Oktober 2020, tapi 1 (satu) bulan saja yakni, bulan Mei.

Menurut dr. Ria, keterlambatan pembayaran insentif tersebut akibat pengajuan data-data yang lengkap dan persyaratan-persyaratan yang sangat ketat untuk menjamin tidak salah bayar.

“Kalo laporan sudah masuk dan diverifikasi bisa langsung dilaporkan ke pusat. Dari pusat langsung dimasukkan ke rekening nakes” jelas dr. Ria kepada Airterkini di ruang kerjanya di dinas kesehatan Tana Toraja beberapa waktu lalu.

Verifikator RSUD Lakipadada, Yorim

Sementara verifikator RSUD lakipadada, Yorim, menyatakan petugas medis kesehatan yang menangani pasien positif Covid-19 yang belum terbayarkan insentifnya sekitar 95 orang.

“Untuk bulan Mei laporannya sudah rampung dan dibayarkan hari ini, namun paramedis harus membuat rekening di Bank Pembangunan Daerah, tujuannya untuk mentransfer insentif mereka” ungkap Yorim di kantor administrasi keuangan RSUD Lakipadada (2/10). (gis)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini