by

Tak Tega Lihat Ibunya Sakit, Siswa Berprestasi Di Torut Gantung Diri

TORAJA UTARA, AIRTERKINI.COM – Sosok Matius Patonggang (16) siswa berprestasi, pernah mewakili SMP Negeri 1 Kesu’, Toraja Utara, pada Olimpiade Matematika Tingkat Provinsi, ditemukan tewas dalam keadaan tergantung menggunakan sarung dan kursi.

Pelajar kelas X SMA Kristen Rantepao yang dikenal pendiam ini ditemukan kakak iparnya dalam kondisi tak bernyawa lagi di pintu kamarnya, Rabu 30 September 2020 sekitar pukul 07.00 WITA, di Lembang Nonongan, Kecamatan Sopai, Toraja Utara.

“Di situ ditemukan kursi dan sarung. Posisi tak gantung,” kata paman Matius, Yunus Kombong, kepada Airterkini, Sabtu (3/10).

Menurut pamannya, motif Matius bunuh diri belum ditahu persis. Namun dari penuturan teman dekatnya di sekolah, ia pernah curhat jika dirinya tak tega melihat ibunya menderita sakit. Selain itu, ada dugaan persoalan kebutuhan sekolah.

“Setelah kita tanya teman dekatnya, Matius pernah bilang, saya tidak mau ibu saya lebih duluan meninggal daripada saya. Ada juga info, dia terakhir minta uang Rp 15.000, untuk keperluan sekolahnya,” ungkap pamannya.

Yunus Kombong tak yakin jika Matius bunuh diri dilatarbelakangi soal uang. “Memang ekonomi kami sangat pas-pasan, namun, jika motif uang sekolah, saya pribadi sangat tidak yakin karena setiap keperluan sekolahnya, selalu dibantu kakaknya yang di Jakarta. Kami sudah periksa handphonenya, disitu  memang ada percakapan, tapi kakaknya yang di Jakarta, mengirimkan uang langsung saat itu,” tutur Yunus..

Sebelum Matius dinyatakan meninggal karena bunuh diri, pamannya mengatakan, pada Kamis malam (29/9), Matius izin sama ibunya naik ke rumah dengan tujuan menutup jendela dan alasan belajar. 

“Keesokan harinya, kakak Iparnya dengan maksud membangunkan Matius untuk ke sekolah. Ternyata Matius sudah meninggal,” tutur Yunus. 

Polisi sendiri memastikan bahwa korban memang berniat bunuh diri dengan cara gantung diri.

“Saat itu juga polisi dan dokter datang di rumah. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Sempat kami ditawari untuk lakukan otopsi, tapi kami tolak,” ungkap  Yunus Kombong. (gis)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini