by

Cabup Theofilus Allorerung Harap, Partai Golkar Bijak Penonaktifan Yariana

TANA TORAJA, AIRTERKINI.COM – Kisruh tentang dukungan kader partai Golkar atas pasangan calon yang diusung pada Pilkada Tana Toraja mendatang, berujung penonaktifan Yariana Somalinggi dari jabatannya selaku Ketua Fraksi Golkar di DPRD Tana Toraja. Langkah ini diambil karena partai berlambang pohon beringin tersebut ingin seluruh kadernya tetap solid memenangkan paslon jagoannya.

Posisi Yariana sendiri memang dilematis. Di satu sisi, ia adalah kader dan legislator Partai Golkar, sementara Golkar sendiri mengusung paslon Nicodemus Biringkanae-Victor Datuan Batara (NIVI). Di sisi lain, suami Yariana, yakni Theofilus Allorerung, juga cabup berpasangan dengan dr Zadrak Tombeg (THEZA), usungan parpol lain. Mustahil bagi Yariana tidak mendukung sang suami, sekalipun ia kader bahkan ketua fraksi. 

Sanksi penonaktifan pun dijatuhkan kepada Yariana. Menyikapi ini, Theofilus Allorerung berharap, partai Golkar agar bijak dengan pertimbangan yang matang. Menurut Theofilus, kontestasi Pilkada Tator kali ini situasinya memang lain dan tak terhindarkan. Ada dua kader Golkar, kata dia, saling berhadapan hingga berbuntut istrinya dinonaktifkan karena soal pilihan. “Karena saya sadar Golkar tidak mungkin memilih 2 calon,” ujarnya. 

Namun, tambah Theo, Golkar juga tidak pernah mengeluarkan aturan bahwa kader lain tidak boleh calon selain yang diusung partai Golkar. “Saya berharap DPP dan DPD I bisa arif melihat,” pintanya, di Makale, Jumat (9/10). Seperti diketahui, Yariana dinonaktifkan dari jabatannya oleh Ketua DPD II Tana Toraja Victor Datuan Batara karena tidak sejalan dengan partai Golkar yang mengusung Petahana pada Pilkada mendatang.

Ibu satu anak ini lebih memilih mendukung dan berjuang bersama suaminya, Theofilus, yang juga seorang kader Golkar sejati. “Sangat naif jika dia (Yariana) berteriak-teriak harus melawan suami. Tapi saya percaya Golkar adalah partai yang dewasa dalam menyikapi persoalan-persoalan yang ada,” jelas Bupati Tana Toraja periode 2010-2105 itu.

Dalam perjalanan karir politik Yariana, sumbangsihnya membesarkan partai Golkar tak dapat dinafikan begitu saja. Bagaimana tidak, Pemilu 2014 dan 2019 Golkar keluar sebagai pemenang di Tana Toraja dengan meraih 7 kursi. Satu kursi disumbang Yariana bahkan dengan perolehan suara terbanyak.

Juga tak bisa dipungkiri keluarga Theofilus sangat kental dari bagian sejarah kiprah partai Golkar di Tana Toraja. Orang tua dan kakak Theofilus merupakan Ketua Golkar pada masanya hingga menjadi Ketua DPRD Tana Toraja, sementara Theofilus sendiri menjadi bupati tahun 2010 juga karena diusung Golkar.

“Itulah adalah upaya keluarga kami dalam membesarkan partai Golkar di Tana Toraja. Ya sekecil apapun peran kami, Golkar sebagai pemenang terus menerus di Tana Toraja itu juga merupakan bagian-bagian dalam upaya keluarga kami,” kata Mantan Kepala Inspektorat Pemprov Sulsel era SYL ini. 

Theofilus berharap, langkah penonaktifan istrinya bukan suatu pertanda kepanikan kubu petahana. Ia mengatakan, keputusan Victor sebagai upaya memenangkan Pilkada. “Saya memahami juga langkah yang diambil oleh Pak Victor, sebagai upaya dia untuk memenangkan pertarungan ini. Tapi kepentingan masyarakat dan daerah Tana Toraja di atas segalanya, dan menjadi pertaruhan ketulusan kami berjuang,” pungkasnya. (step)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini