by

Penataan Infrastruktur Pariwisata Burake Di Tana Toraja Amburadul

Toilet Burake dalam keadaan terkunci. (dok.gis)

TANA TORAJA, AIRTERKINI.COM – Semenjak Kadis Pariwisata dijabat istri Bupati Tana Toraja, Rosita Napa Biringkanae, pengelolaan dan penataan  infrastruktur pariwisata dinilai amburadul. Hal ini terungkap saat Airterkini.com menginvestigasi asas manfaat Toilet Burake yang bernilai Rp 303.000.000 lebih per unit.

Menurut para pedagang setempat, toilet Burake tersebut baru sekali difungsikan sejak dibangun. “Di Burake ada tiga toilet. Yang saya lihat toilet satu itu baru satu kali dipakai,” kata salah seorang pedagang minuman dingin di objek wisata Burake, Jumat (16/10).

Bak penampungan air yang tak difungsikan. (dok.gis)

Ironisnya, setiap toilet sejak dibangun 2017 tak terurus lagi. Dari hasil penelusuran, toilet Burake sekarang ini kelihatan kumuh. Airnya pun tidak ada.

“Istri Menteri dan pernah juga jenderal datang di sini tidak buang air kecil di toilet itu, karena tidak ada airnya. Dia lebih memilih di toilet yang saya sewakan itu,” ujar pedagang tersebut.

Bak penampung air yang menghabiskan anggaran ratusan juta pun tak berfungsi. Bak air tersebut tampak sudah lama tak difungsikan. “Memang ada bak penampung air di sini tapi airnya tak pernah saya lihat jalan. Kurang tau apakah rusak atau bagaimana,” ungkap pedagang itu lagi.

Bangunan darurat yang kelihatan kumuh. (dok.gis)

Soal penataan kios di objek Buntu Burake, para pedagang lokal mengaku pernah mengajukan permintaan gambar dari Dinas Pariwisata Tana Toraja dengan tujuan agar seragam, namun pihak Dinas tak merespon. “Kami pernah ajukan. Sampai sekarang belum ada respon. Makanya model kios seperti ini amburadul,” ujarnya.

Di situ pula bangunan darurat berupa panggung, berdiri kokoh di tengah jalan menuju Patung Tuhan Yesus. Tampilannya nampak kumuh dan sangat menggangu pemandangan. (gis)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini