by

Sekda Dan Bupati Tana Toraja Kecam ASN Yang Berlagak Sok Jagoan Terhadap Jurnalis

AIRTERKINI.com – Pers adalah pilar keempat demokrasi di Tanah Air. Itulah sebabnya betapa pentingnya pers. Salah satu fungsi pers adalah sebagai kontrol sosial. Fungsi ini terkadang membuat orang tidak senang.

Sama halnya yang dilakukan oleh oknum pegawai “biasa” dinas pariwisata Tana Toraja, Eto'(35) terhadap sejumlah awak media. Eto’ memperlihatkan sifat keangkuhan, arogansinya dan tunjuk-tunjuk sejumlah wartawan saat hendak mengkonfirmasi toilet objek wisata religi burake.

Toilet Burake merupakan proyek pemerintah daerah yang banyak menyita perhatian publik karena anggarannya sangat pantastis. Bayangkan anggarannya satu toilet Rp 300 juta lebih.
Hampir setara dengan anggaran rumah jabatan PJS bupati Tana Toraja di plaza kolam Makale.

Sekda Tana Toraja, Dr. Ir. Samuel Tandi Bura,MM.

Atas sikap dan tindakan konyol Eto’ terhadap sejumlah jurnalis, sekda Tana Toraja, Dr. Ir. Samuel Tande Bura, MM.,
Mengecam keras tindakan Eto’.

“Saya akan turun (red- kantor Eto’). Saya tegur. Itu tidak boleh. Wartawan adalah mitra kita. Harusnya dia welcame.
Kenapa harus dihindari” kata Samuel kepada Airterkini, via handphone (28/10).

Sementara Bupati Tana Toraja Drs. H. Asri Sahrun Said, menyangkan atas sikap dan tindakan Eto’ terhadap sejumlah jurnalis.

“Media seyogyanya diberi respon positif sebagai upaya kita menjadikan Tana Toraja sebagai destinasi wisata kelas dunia” tegas Bupati.

Menurut salah satu awak media, tak sedikit pun celah Eto’ memperlihatkan keangkuhan, arogansi dan tunjuk-tunjuk sejumlah jurnalis.

“Kami datang baik-baik kok. Pertama kami masuk pintu dinas pariwisata, kami melapor minta ijin temui Eto’. Akhirnya kami dipersilahkan naik lantai 2. Begitu dilantai 2, kami ijin lagi lewat staf lain. Lewat staf itu, Eto’ minta ditunggui. Hampir sejam menunggu, kami mencoba masuk, ternyata Eto’ santai saja. Kami masuk, Eto’ langsung berdiri tunjuk-tunjuk jurnalis sambil berkata ada apa, ada apa, saya bukan PPKnya” jelas salah satu awak media.

Dengan kejadian ini, sejumlah jurnalis takkan tinggal diam, sebagai bentuk respon terhadap tindakan Eto’.

“Saat ini kami sementara kumpulkan bukti dan Vidio. Kami pelajari, dan akan tempuh jalur sesuai diatur dalam undang-undang nomor 40 tahun 1999”. Ujarnya. (gis)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini