by

“Lontaran Kebencian”

oleh : Yervis M. Pakan

AIRTERKINI.com – Usai pilkada, Ujaran kebencian masih ada-ada saja. terutama di media sosial.
Padahal, rekapitulasi suara pilkada 2020 pada tingkat kecamatan telah dilakukan, tentu pemenang sudah diketahui.

Hal ini menjadi perhatian khusus Yervis M Pakan, selaku aktivis 98 dari sulawesi selatan.

“Demokrasi yang kita perjuangkan jauh hari sebelum puncaknya tahun 1998, bukan model begini” kata Yervis (14/12)

Yervis bersama Adian Napitupulu

Menurut Yervis, Harusnya dua dekade terakhir, menjadi pembelajaran bahwa berbeda itu biasa saja. “Pengalaman dari berbagai kontestasi politik, biasanya pemenang adalah minoritas bila kandidat lebih dari dua”

Sebagai contoh, di Tana Toraja dan Toraja Utara ada 3 paslon, pemenang tidak lebih dari 50 persen, jadi akumulasi justru mayoritas.

“Harusnya tim sukses dan kandidat yang menang memikirkan hal itu, sikap negarawan sangat dibutuhkan.
Mereka harusnya berpikir bagaimana merangkul massa lawannya, supaya bisa bekerja dengan baik” ujar yervis.

Masa jabatan selama 3.5 tahun kedepan suasana kondusif harus tercipta, agar bupati dan wakil bupati terpilih dapat bekerja dengan baik. “Menghadapi pandemi Covid 19, tentu butuh dukungan dari semua pihak”.

Mengakhiri tulisan ini, saya mengucapkan selamat kepada semua kandidat yang terpilih di sulawesi selatan.
“Ayo kita saling bahu membahu membangun daerah kita tercinta”. (gis)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini