by

Tenaga Medis Covid-19 Tator, Keluhkan Insentifnya Belum Terbayarkan

Dari kiri Jimmi Andilolo, Novi, dan Widat

AIRTERKINI.com – Para tenaga medis yang menangani pasien Covid-19 merupakan profesi beresiko tinggi. Oleh karena itu kementrian kesehatan RI, memberi perhatian khusus bagi mereka untuk mendapatkan insentif.

Hal berbeda yang dialami oleh tenaga medis Covid-19 di Tana Toraja. Mereka mengeluh karena insentifnya belum dibayarkan selama 3 (tiga) bulan berturut-turut, yakni bulan September, Oktober dan November. Padahal, anggaran insentif mereka, sudah masuk lewat kas daerah.

Hal ini dikatakan oleh koordinator pengawasan Covid-19 Tana Toraja, Jimmy Andilolo di rumah sakit sayang ibu dan anak di Makale, Rabu (23/12/2020).

Dikonfirmasi, Novi dan Widat, selaku tenaga medis analis – perawat yang menangani pasien Covid-19 mengakui hal demian.

“Iya benar kami belum terima insentif dari bulan September, Oktober dan November” katanya.

Kadis kesehatan Tator, dr. Ria Minolta

Kepala dinas kesehatan Tana Toraja, dr. Ria Minolta mengakui jika insentif para tenaga medis tersebut dari kementrian RI sudah ada.

” Iya sudah ada di Kasda (red-Kas Daerah). Sementara dibuatkan SK parsialnya oleh BPKAD. Jadi hubungi saja BPKAD. Kami siap memproses klo sdh terbit SK-nya” ungkap dr. Ria, via WhatsApp kepada Airterkini.

Diketahui, para medis yang menangani pasien Covid-19 berjumlah 35 orang. Terdiri dari para dokter, Tenaga analisis dan perawat. Mereka diisolasi di rumah sakit sayang ibu, Makale. (gis)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini