by

Dana Transfer Kementrian Kesehatan RI Rp 2,6 Milliar untuk Insentif Nakes Covid-19 Mengendap di Rekening BPPKAD Tator.

Kadis DPPKAD Tator, Margaretha Batara.

AIRTERKINI.COM – Ditengah meningkatnya pasien Covid-19 , tentu tingkat resiko pekerjaan bagi tenaga medis (Nakes) Covid-19 makin tinggi. Tak dapat dipungkiri, sudah ratusan dokter dan tenaga medis gugur karena terinfeksi virus itu saat bertugas.

Oleh karena itu pemerintah pusat lewat kementrian kesehatan benar- benar peduli terhadap tenaga medis covid-19. Salah satu terobosan pemerintah yakni memberikan insentif kepada mereka.

Alhasil, hingga saat ini Nakes belum bisa menerima insentif tersebut lantaran dana transfer dari kementrian kesehatan sebanyak 2,6 milliar mengendap di rekening kas daerah Tana Toraja.

Bayangkan, akibat hal tersebut, sejak September 2020 hingga sekarang ini Nakes menjerit lantaran belum menerima insentif yang dijanjikan itu.

Kepala dinas pengelolaan pendapatan keuangan Anggaran Daerah (DPPKAD) Tana Toraja, Margaretha Batara, mengatakan, alasan dana transfer dari kementrian kesehatan masih mengendap di rekening kas daerah karena faktor penetapan APBD 2021.

“Artinya, dana insentif Nakes masuk setelah perubahan APBD. Perubahan APBD pada November, sementara transfer insentif Nakes masuk di rekening Pemda pada Desember 2020. Memang Dana sudah ada di rekening Rp 2,6 milliar” Kata kadis DPPKAD Tana Toraja di ruang kerjanya, (06/01/2021).

Entah alasan kepala dinas DPPKAD dinilai akal-akalan atau seperti apa, namun, seperti dilansir di media Tempo, 8 Agustus 2020, Mentri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Mahfud MD, mengatakan bahwa langkah-langkah administratif itu memang dibutuhkan agar penyaluran dananya tepat sasaran. Jika sembarangan, bisa menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan. Namun dari hasil rapat kemarin, diputuskan verifikasinya diperlonggar.

” Yang penting ada keterangan resmi dari rumah sakit yang menangani ini, alamatnya ini, nomor rekeningnya ini, nanti akan ditransfer,” ujar Mahfud.

Diketahui, Adapun insentif itu berupa uang Rp 15 juta per bulan bagi dokter spesialis, Rp 10 juta per bulan bagi dokter umum, dan Rp 7,5 juta per bulan bagi tenaga medis non-dokter. Aturan tentang pemberian insentif ini pun telah diteken oleh Kementerian Kesehatan. (gis)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini