by

Gas-gas Saat Penjemputan Jenazah, Dua Kelompok Gandasil Nyaris Bentrok

Nampak, puluhan warga menyaksikan kedua kelompok saat cekcok.

AIRTERKINI.COM – Dua kelompok remaja kecamatan Gandasil nyaris bentrok lantaran aksi gas-gas motor saat penjemputan jenazah di wilayah itu.

Kedua kelompok remaja tersebut yakni remaja dari kelurahan Buntu Benteng Ambeso dengan remaja Pongno’ lembang Sillanan Kecamatan Gandasil, Tana Toraja.

Usai dimediasi, foto bersama di Polsek Mengkendek

Dari penelusuran Airterkini, salah satu warga Gandasil menceritakan kronologis kejadian. “Tempo hari, kedua kelompok remaja beriringan saat menjemput jenazah. Salah satu dari kelompok remaja kelurahan Buntu Benteng Ambeso melakukan aksi gas-gas motor” jelasnya

Atas kejadian tersebut, kelompok remaja dari Buntu Banteng Ambeso tak terima diperlakukan demikian. Singkat cerita, kedua kubu nyaris bentrok di jalan sekitar pukul 17.00 WITA, namun berhasil redam oleh warga di sekitar itu.

“Setelah nyaris bentrok di jalan, Pada pukul 21.30 WITA, kelompok remaja dari Benteng Manggeso melaporkan kejadian tadi sore kepda pemuda Mebali dengan tujuan minta bantuan. Kemudian mereka mendatangi lawannya yaitu kelompok remaja Pongno dengan menggunakan mobil truk merah. Terjadilah percekcokan antar kedua kelompok. Beruntung, kejadian itu cepat diredam setelah polisi datang” jelas salah satu saksi mata di TKP, namanya enggan disebutkan, (14/01/2020).

Dikonfirmasi, Kapolsek Mengkendek Aiptu Yohanis Mundu membenarkan jika kedua kelompok remaja tersebut nyaris bentrok karena persoalan sepele yakni ketersinggungan akibat adanya aksi gas-gas motor. Namun, Kapolsek enggan menyebut munculnya aksi gas-gas motor tersebut.

Agar kejadian itu tidak terulang lagi, maka dua kelompok remaja tersebut langsung diamankan saat itu juga di Polsek Mengkendek, kemudian diteruskan ke polres Tana Toraja.

“Tadi malam kita amankan mereka di Polsek. Ada 9 orang. Kemudian kita bawah ke polres atas perintah pak Kapolres. Kemudian, saya diperintahkan untuk mediasi kedua belah pihak dan disaksikan oleh keluarga mereka di Polsek” ungkap Kapolsek.

Berdasarkan mediasi tersebut, kedua belah pihak sepakat damai. “Mereka sepakat damai. Soal efek jera, Kapolres perintahkan agar diberi sangsi oleh lurah dan tokoh masyarakat setempat”. Ujarnya. (gis).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini