by

Kelompok Pro- Kontra Rencana Eksplorasi di Bittuang Bersitegang

Mediasi di Kantor Lembang Ball, Kecamatan Bittuang

AIRTERKINI.COM – Kelompok pro – kontra sempat bersitegang saat acara sosialisasi rencana survei panas bumi berlangsung di Lembang Balla, Kecamatan Bittuang, Tana Toraja, Senin, (25/01/2021).

Hal itu terjadi terkait rencana pemanfaàtan potensi panas bumi, yang diantaranya dapat dimanfaàtkan sebagai sumber energi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di Lembang Balla.

Dari kelompok pro menginginkan tim survey dari Kementrian Energi dan Sumberdaya Meneral (ESDM) tetap berjalan sesuai perencanaan. Sementara pihak kontra tidak menginginkan survey dilanjutkan.

“Tidak ada tawar menawar lagi. Eksplorasi harus distop kan. Itu merugikan Masyarakat Balla” kata salah satu kelompok kontra mengatasnamakan pemuda dan mahasiswa Balla.

Sedangkan kelompok pro, masih mempercayakan pihak pemerintah dalam melakukan survey. ” Ini baru survey. Masyarakat tak perlu panik. Belum lagi AMDALnya dan sebagainya. Jadi saya sebagai masyarakat Balla menyatakan masih mendukung program pemerintah pusat” tutur salah satu pihak pro.

Bersitegang antar kedua kelompok setelah muncul sifat keegoisan mereka “Saya ini bukan orang Balla, tetapi ibu dan bapak saya orang disini, jadi tidak ada yang bisa melarang tanpa ada dasar yang jelas. Ini perlu kajian mendalam” ujar salah satu kelompok pro.

lalu dibalas lagi dengan pihak kontra dengan jawaban “Itu tidak benar. Nanti kita lihat” jawab kelompok kontra sambil teriak, kemudian membubarkan diri.

Ketua tim survey, Dedi Setiawan (kanan)

Kepada jurnalis, ketua tim Survei Akuisisi Data Geologi, Geokimia dan Geofisika Panas Bumi Bittuang dari Kementrian ESDM, Dede Iim Setiawan mengatakan, survey yang akan dilakukan di Balla kali ini adalah rangkaian survei yang kelima kalinya.” Sejak tahun 2009 survey pertama dilakukan, sekarang yang kelima kalinya” ungkap Dede.

Ia menambahkan, hasil dari survey ini pun tidak mutlak mengharuskan dilakukan kegiatan eksplorasi. “Data hasil survey sejauh ini masih memiliki tingkat keyakinan yang tidak terlalu tinggi, oleh karena itu dibutuhan data yang lebih rinci dengan tujuan untuk lebih meyakinkan tentang keberadaan potensi panas buminya. Hasil kajian kami dari 4 kali penelitian di tahun 2009, 2012, 2013, dan 2014, bahwa di Bittuang ini ada potensi listrik sebesar 25 mega watt elektrik. Tapi tingkat keyakinannya masih relatif rendah. Ketika kita menawarkan kepada investor berinvestasi, pasti tidak ada yang mau, karena resiko kegagalannya juga masih sangat tinggi. Akhirnya kita dari Pemerintah Pusat berusaha menambah lagi datanya melalui survei rinci kali ini, supaya kita lebih yakin bahwa potensi yang ada itu benar adanya sebesar 25 mega watt elektrik, atau mungkin lebih besar atau bahkan lebih kecil. Kalaupun sudah tahu pasti besaran potensinya, kita juga harus tahu lokasi pasti area prospek panas buminya” jelas Dede.

Diketahui, tim survey dari kementrian ESDM berjumlah 24 orang. ” Setiap metode survei kali ini membutuhkan alokasi waktu yang berbeda. Alokasi waktu survey kami mulai 25 sampai 35 hari.” katanya.

Tokoh masyarakat Balla, Daniel

Daniel, selaku tokoh masyarakat di Lembang Balla, mengaku mendukung adanya survey. “Mungkin masyarakat belum paham, apa tujuan mereka melakukan survey. Survey ini bukan untuk tambang seperti di lumpur Lapindo. Jadi kita tidak perlu panik” jelasnya.

Kalem Balla, Markus Raya Radha

Hal yang sama dinyatakan kepala Lembang Balla, Markus Raya Radha, dirinya masih tetap berpedoman pada pemerintah pusat” Ini merupakan program pemerintah. Menurut saya kalau ada yang menolak, masih terlalu dini. Eksplorasi belum tentu ada. Itupun kalau ada bisa saja 10 tahun atau 30 tahun kedepan” tutup Markus. (gis)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini